DLH Kota Cimahi Gelar Anugerah Lingkungan Hidup 2025, Penghargaan untuk Pegiat Lingkungan dan Persampahan Kota Cimahi
DLH Kota Cimahi Gelar Anugerah Lingkungan Hidup 2025, Penghargaan untuk Pegiat Lingkungan dan Persampahan Kota Cimahi
CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menggelar Anugerah Lingkungan Hidup 2025. Penghargaan diberikan kepada berbagai pihak yang berkontribusi pada pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan di Kota Cimahi.
Kegiatan berlangsung di gedung Cimahi Techno Park Jalan Baros Kota Cimahi, Senin (22/12/2025). Penerima penghargaan yaitu RW peraih Anugerah Program Kampung Iklim, pemenang lomba sayembara desain monumen peringatan bencana longsor TPA Leuwigajah, pemenang lomba Bank Sampah Unit, pemenang Lomba Pengurangan Sampah Kelurahan. Serta dilakukan penyerahan sarana prasarana pengelolaan sampah, bantuan dari CSR, Penyerahan santunan jaminan kematian kepada ahli waris petugas penarik gerobak sampah yang meninggal dunia, dan apresiasi terhadap pelanggan laboratorium lingkungan dengan jumlah sampel terbanyak pada tahun 2025.
"Hari ini kita memberikan anugerah kepada baik masyarakat termasuk Pemerintah Kota Cimahi, yang mana mereka adalah pahlawan-pahlawan sampah yang telah melaksanakan kegiatan-kegiatan mengatasi sampah di wilayah," ujarnya.
Walaupun pembuangan sampah Kota Cimahi ke TPA Sarimukti terbatas hanya 15 truk/hari namun masyarakat mulai peduli terhadap sampah. "Alhamdulillah masyarakat pada peduli, pilah dari rumah, kemudian diangkut, ada bank sampah dan sebagainya sehingga sampah bisa teratasi di wilayah masing-masing. Kegiatan ini bagian dari upaya menggerakkan agar masyarakat sadar diri bahwa sampah adalah menjadi tanggung jawab kita bersama. Mudah-mudahan kita tidak membuang sampah sembarangan tempat dan kita selesaikan di wilayah masing-masing," sebutnya.
Menghadapi Natal dan Tahun Baru, Ngatiyana meminta masyarakat tetap menjaga kebersihan lingkungan. "Sama-sama kita jaga, kita bersihkan Cimahi ini, jangan membuang sampah sembarang tempat, kita jaga keamanan seluruh Kota Cimahi ya. Insyaallah di tahun 2026 nanti kita akan lebih baik dibanding tahun 2025. Ini semua bisa berhasil dengan kesadaran seluruh masyarakat Kota Cimahi," paparnya.
Menurut dia, tantangan lingkungan kini semakin kompleks dan saling terkait. Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan besar, di saat yang sama juga dihadapkan pada pencemaran air, berkurangnya kualitas lingkungan, dampak perubahan iklim, berkurangnya ruang terbuka hijau akibat alih guna lahan, serta penebangan pohon yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem.
"Pengelolaan lingkungan hidup harus dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan sekadar kewajiban administratif. Peran masyarakat menjadi sangat penting, keberhasilan pengelolaan lingkungan sangat ditentukan oleh partisipasi aktif warga, komunitas, rukun warga, serta dukungan dunia usaha," tuturnya.
Penghargaan menjadi simbol bahwa upaya yang dilakukan secara terus-menerus dapat memberikan perubahan besar bagi Kota Cimahi. "Keteladanan dan konsistensi menjadi kunci dalam membangun budaya peduli lingkungan di Kota Cimahi," tuturnya. (Bidang IKPS)**