DLH Kota Cimahi Gelar Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD Kota Cimahi Tahun 2025-2029
DLH Kota Cimahi Gelar Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis RPJMD Kota Cimahi Tahun 2025-2029
Saat ini Pemerintah Daerah Kota Cimahi sedang menyiapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029 dan semua dokumen itu akan diselesaikan di Tahun 2024. Hal itu diungkapkan Pj. Walikota Cimahi Dicky Saromi yang hadir sekaligus menutup acara Konsultasi Publik II Kajian Lingkungan Hidup Strategis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Cimahi Tahun 2025-2029 yang digelar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, di Hotel Ibis Bandung Pasteur, Jl. Dr. Djunjunan No. 22, Sukabungah Sukajadi, Kota Bandung, Senin (29/4/2024). Dicky menjelaskan, selaku Penjabat Walikota Cimahi yang mempunyai tanggung jawab untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025-2045. “Maka kita akan menyiapkan RPJMD Tahun 2025-2029, dan semua dokumen itu akan kita selesaikan di Tahun 2024, karena selain proses politisi yang harus kita tempuh sekarang, proses politisi yang kita ambil nanti akan berguna juga bagi Pilkada yang akan berlangsung di bulan November 2024 nanti,” ungkapnya. Tetapi dalam proses-proses yang dilakukan oleh pihak Pemerintahan Kota Cimahi secara teknokratis maupun partisipatif ini, “Maka kita tidak terlepas dari agenda-agenda yang kita inginkan untuk kemajuan Cimahi yaitu Cimahi yang Campernik,” ucap Dicky kembali. Lebih lanjut, dia juga berpesan bahwa Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) harus bisa menggaranti. “Harus bisa menggaranti menjamin supaya agenda yang pertama dari RPJMD Tahun 2025-2029, yaitu untuk transformasi pembangunan itu benar-benar tercapai, dan bisa diikuti serta diwujudkan oleh siapapun yang akan menjadi kepala daerah nantinya yang terpilih,” tutur Dicky. Kedepannya, bila terjadi kekurangan debit air di Cimahi, pihaknya telah menyiapkan legasi-legasinya. “Saya sudah siapkan legasi-legasi ini, bahwa nanti ada beberapa hal yang belum atau masih perlu dipenuhi, nanti akan masuk di dalam Tahun 2025-2029,” jelas Dicky. Salah satunya, sambung Dicky, pihak Pemerintah Kota Cimahi mengambil air dari Sinumbra. “Kita sedang mengusahakan mengambil air dari Sinumbra untuk mendukung PDAM kita,” terangnya Karena, lanjut Dicky, bahwa PDAM Kota Cimahi baru 30% bisa melayani warga Cimahi. “Jadi karena itu untuk meningkatkan pelayanan PDAM kita sampai 50% dan untuk selanjutnya tidak cukup imteknya dari sungai Cimahi, kita akan mendapatkan itu dari Sinumbra dan ini yang terus akan kita lakukan,” jelasnya. Bahkan rencananya dari pihak Pemerintahan Kota Cimahi akan membuat imteknya di wilayah Leuwigajah. “Untuk Sinumbra itu salah satunya, bahwa ini dapat diselesaikan di Tahun 2024, boleh-boleh saja, tapi bila tidak selesai di Tahun 2024, nanti kita lanjutkan di Tahun 2025,” pungkas Dicky. Begitupula diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, yang biasa disapa Rini ini. “Saat ini kita melaksanakan Konsultasi Publik II, untuk penyusunan RPJMD Kota Cimahi Tahun 2024-2029, untuk penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis,” ucap Rini. Dalam penyusunan KLHS tersebut, menurut Rini, adalah sebagai bahan untuk diintegrasikan dalam penyusunan RPJMD Kota Cimahi dan akan dikaji oleh Bappeda. Pj. Walikota Cimahi Dicky Saromi didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, Chanifah Listyarini (kanan bawah)
“RPJMD ini nantinya akan di validasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup, setelah divalidasi, bahan ini akan diintegrasikan dengan perencanaan yang ada di Bappeda,” terangnya. Jadi Paripurnanya, kata Rini, ada di Bappeda, sebab bila tidak ada KLHS RPJMD, dokumen RPJMD juga tidak akan ada. “Jadi ini sudah satu pasang untuk melihat kajian lingkungan hidupnya, dengan KLHS itu bagaimana daya tampung airnya, bagaimana kesiapan pangan dan sebagainya,” bebernya kembali. Semua itu, Rini melanjutkan, dihitung dari kajian lingkungan hidup, sehingga nantinya dalam perencanaan kedepannya yang disusun oleh Bappeda akan memperhatikan KLHS nya. “Misalnya daya dukung air di Kota Cimahi sudah kritis, kalau mau peningkatan ekonomi berarti harus industri yang tidak terlalu banyak mengambil sumber daya airnya,” tandasnya.