DLH Kota Cimahi Lakukan Pembinaan Terhadap SPPG untuk Pengelolaan Sampah Program Makan Bergizi Gratis
DLH Kota Cimahi Lakukan Pembinaan Terhadap SPPG untuk Pengelolaan Sampah Program Makan Bergizi Gratis
PIKIRAN RAKYAT - Realisasi program makan bergizi gratis (MBG) berdampak pada penambahan volume sampah di Kota Cimahi. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi ikut melakukan pembinaan agar sampah yang dihasilkan dikelola secara optimal sehingga tidak menambah beban pengangkutan sampah di Kota Cimahi. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi Chanifah Listyarini mengatakan, pengelolaan sampah sisa produksi menu MBG untuk para pelajar tersebut sepenuhnya harus dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selaku penyedia makanan. "Jadi persiapan penyelenggaraan program MBG sejak November 2024, permasalahan sampah turut dibahas saat kami diundang ke Kodim 0609/Cimahi. Disepakati bahwa sampah dikelola oleh pihak katering atau SPPG," ujarnya, Selasa, 14 Januari 2025. Pelaksana katering penyedia paket MBG di Kota Cimahi yang baru beroperasi yaitu SPG Yayasan Arara Visi Hijau yang berlokasi di Jalan Gunung Batu Kelurahan Pasirkaliki Kota Cimahi. Dapur sentra tersebut memproduksi sekitar 1.350 paket MBG untuk pelajar dari tingkat PAUD/TK, SD, SMP, SMA serta posyandu yang berada di wilayah Kelurahan Pasirkaliki dan sudah berlangsung sejak Senin, 6 Januari 2025. Baca Juga: Bertemu Pemprov DKI, Tim Transisi Pramono-Rano Perkenalkan Program Makan Pagi Gratis Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Tak Selalu Menyertakan Susu, Menko Polkam Budi Gunawan: Sudah Penuhi Standar Gizi Minimal Menurut Chanifah, pihaknya harus mengarahkan pelaksana program MBG tersebut terkait teknis pengelolaan sampah. "Sepertinya masih awam dalam pengelolaan sampah, maka saya memberikan arahan bahwa intinya harus dikelola dengan baik. Karena banyak sampah organik sisa bahan pangan, kami arahkan untuk diolah dengan maggotisasi melibatkan pegiat magot dari warga sekitar. Untuk kedepannya, bisa melibatkan pihak swasta atau pihak ke-3 yang fokus pada pengolahan sampah organik," katanya. Pihaknya bakal membersamai pelaksana program. Terlebih program makan bergizi gratis itu dilaksanakan setiap hari selama setahun penuh. "Soal penyediaan makanan bukan tanggungjawab DLH, tapi kami berperan dalam pembinaan. Sejak awal pihak katering mengajukan izin lingkungan, didalamnya ada deklarasi pengelolaan sampah. Kami ingatkan sampah organiknya bisa selesai diolah seketika jangan ditunda besok agar tidak menumpuk," tuturnya. PIC dapur SPPG Yayasan Arara Visi Hijau Adam Darmawan mengatakan dalam sehari sampah yang dihasilkan sekitar 50 sampai 60 kilogram.
Sumber Artikel berjudul "DLH Kota Cimahi Lakukan Pembinaan Terhadap SPPG untuk Pengelolaan Sampah Program Makan Bergizi Gratis", selengkapnya dengan link: https://www.pikiran-rakyat.com/news/pr-018969240/dlh-kota-cimahi-lakukan-pembinaan-terhadap-sppg-untuk-pengelolaan-sampah-program-makan-bergizi-gratis
"Rata-rata untuk satu hari 50-60 kilogram. Berupa sampah dari sisa makanan anak-anak digabung dengan sampah produksi dari dapur," ujarnya. Sampah yang dihasilkan mayoritas sampah organik, dan juga terdapat sebagian kecil sampah anorganik. Namun, sampah organik tak bisa dibuang sembarangan. "Pastinya dominan sampah organik, karena anak-anak enggak selalu habis makanannya. Apalagi kebanyakan enggak suka sayur. Ada juga sampah anorganik meski jumlahnya tidak signifikan," katanya. Pengelolaan sampah organik dan anorganik dibedakan sesuai arahan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi. "Untuk organik, sejauh ini kita berdayakan magotisasi dulu melibatkan pegiat magot. Kemarin ada arahan juga untuk komposting, cuma belum terealisasi. Kemudian untuk sampah kertas dan plastik kerjasama dengan bank sampah," ucapnya. Pihaknya memastikan sampah langsung dipilah sesuai jenisnya. Hal itu untuk memudahkan pengelolaan. "Sampahnya sudah kita pilah dan dikelola sesuai jenisnya. Jadi, mudah-mudahan tidak ada sisa sampah lagi dengan pengelolaan tersebut karena produksi makanan berlangsung setiap hari. Jangan sampai sampah menumpuk dan juga harus memperhatikan lingkungan sekitar," tuturnya.***
Sumber: PIKIRAN RAKYAT