FORKIS Peduli Lingkungan: Tong Sampah Jadi Kanvas, Seni Jadi Gerakan Edukasi

FORKIS Peduli Lingkungan: Tong Sampah Jadi Kanvas, Seni Jadi Gerakan Edukasi

CIMAHI, Suara Pakta.Com- Forum Komunikasi Pelukis Kota Cimahi mengawinkan seni rupa dengan misi lingkungan lewat kegiatan “FORKIS Peduli Lingkungan kegiatan ini melibatkan siswa dari jenjang TK hingga SMA. Bukan sekadar lomba, FORKIS mengubah media tong sampah menjadi sarana mengubah paradigma masyarakat terhadap kebersihan lewat visual.  

Ketua Pelaksana FORKIS Peduli Lingkungan, Endang, menegaskan ada nilai edukasi besar di balik goresan cat para peserta. Seni digunakan sebagai stimulus psikologis agar masyarakat tak lagi enggan mendekati tempat sampah.  


"Kami ingin mendobrak stigma bahwa tong sampah itu selamanya kotor. Jika medianya elok dan estetis, masyarakat terutama anak-anak akan lebih bersemangat untuk membuang sampah pada tempatnya. Ada nilai edukasi sekaligus seni yang berjalan beriringan," jelas Endang.  Sabtu (09/05/2026)



Antusiasme peserta membeludak meski persiapan sempat terkendala kuota. Panitia mencatat 88 siswa TK berkreasi dalam lomba mewarnai, yakni, jenjang SD diikuti 40 siswa yang berkompetisi dalam lomba melukis.Anatomi


"Sementara 50 siswa SMP/SMA menantang kreativitas melukis langsung di media tong sampah," beber Endang.


Temukan lebih banyak

Penegakan Hukum

Militer

Waktu & Kalender

Banyak yang ingin daftar di lokasi secara mendadak, namun karena keterbatasan media tong sampah, terpaksa kami batasi. Ini bukti minat generasi muda terhadap seni rupa sangat tinggi," tambah Endang.  


"Yang paling mengesankan adalah semangat kemandirian panitia. Di tengah efisiensi anggaran, FORKIS bersama Pemkot Cimahi menerapkan prinsip Zero Budgeting," tandas  Endang.



Kepala Seksi Bidang Budaya Disbudparpora Kota Cimahi, Ares Rudhiansyah, mengungkapkan sinergi OPD Dinas Lingkungan Hidup dan DPKP mendukung penyediaan media tong sampah.  Panduan Kota & Daerah


CSR seperti Propan turut membantu material cat. Disbudparpora memfasilitasi piala Wali Kota, panggung, hingga sound system dari sarana yang sudah ada.


"Keterbatasan anggaran bukan hambatan untuk berinovasi. Kami mendorong komunitas mandiri. Pemerintah hadir sebagai fasilitator. Hasilnya nyata: kreativitas tetap berjalan, dan anak-anak mendapat apresiasi Piala Wali Kota yang menunjang jalur prestasi sekolah," ungkap Ares.  


Aksi kreatif ini menjadi bagian peta jalan “100 Event Cimahi”. Selain edukasi lingkungan, Pemkot konsisten menghidupkan ruang publik lewat Sarmuchi di Selasar Gedung B Pemkot, Cimahi Street Music tiap malam Minggu di Alun-alun, dan Pasar Awi Campernik setiap Minggu di kawasan ekowisata.  


"Melalui kolaborasi FORKIS dan Pemkot Cimahi, masyarakat diingatkan* bahwa kepedulian lingkungan tidak harus kaku. "Lewat warna dan kreativitas, menjaga kebersihan bisa menjadi aktivitas yang membanggakan sekaligus menyenangkan bagi generasi masa depan," pungkasnya. (Rustandi)Pengiriman & Logistik