Keberadaan Bank Sampah di RW Diharapkan Bisa Kurangi Beban ke TPA Sarimukti Hingga 50 Ton
Keberadaan Bank Sampah di RW Diharapkan Bisa Kurangi Beban ke TPA Sarimukti Hingga 50 Ton
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi Chanifah berharap keberadaan bank sampah di setiap RW nantinya bisa mengurangi sampah 20 sampai 50 ton persen dari total timbulan yang ada saat ini. "Kalau menurut saya bisa menyerap 30-50 ton udah bagus setiap hari, mi hitungan saya," kata Chanifah pada Jumat (29/12/2023) Seperti diketahui DLH Kota Cimahi berencana membuat bank sampah di setiap RW tahun depan. Keberadaan bank sampah itu tentu saja nantinya bisa mengurangi beban sampah yang dibuang ke TPA Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat (KBB). "Targetnya memang ke depan kita dorong di semua RW ita ada bank sampah. Tentu saja untuk mengurangi beban sampah yang dibuang ke TPA," ujarnya Chanifah mengatakan total timbulan sampah di Kota Cimahi sendiri saat ini mencapai 226 ton per hari. Sedangkan yang dibuang ke TPA Sarimukti rata-rata 120 son per hari, dan sisanya diolah di Kota Cimahi dengan berbagai cara Chanifah mengatakan, konsep bank sampah tidak akan berbeda jauh dengan Bank Samici Kota Cimahi yang sudah berdiri Nantinya bank sampah di setiap RW minimalnya bisa mengelola sampah anorganik yang memiliki high value. "Kemudian yang nanti juga bisa saja ada yang bisa kelola sampah sampah organiknya dengan komposting dan maggotisasi. Rencananya seperti itu se hingga organiknya berkurang yang harus kita kirim ke TPA Sarimukti," ujar Chanifah Dirinya mengatakan, arahan menuju pembuatan bank sampah di setiap RW di Kota Cimahi sudah dimulai. Hal itu terlihat dari adanya program Gerakan Orang Cimahi Pilah Sampah alias Gerak Ompimpah yang sudah berlangsung Kemudian pihaknya juga akan menyiapkan stakeholder seperti PKK, LPM, Karang Taruna dan aparat kewilayahan yang diharapkan membuat tim. "Itu yang nanti bersama-sama dengan kita yang menyelesaikan permasalahan sampah di masing-masing wilayah. Kami juga siapkan pendamping di masing-masing kelurahan. Itu yang sudah kita lakukan," pungkas nyu. (Kabiro)