Kelurahan di Cimahi Diminta Optimalkan Peran Bank Sampah

Kelurahan di Cimahi Diminta Optimalkan Peran Bank Sampah

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan seluruh kelurahan di wilayahnya harus mengoptimalkan peran Bank Sampah sebagai langkah strategis mengurangi beban sampah ke TPA Sarimukti.

Menurut Adhitia, Bank Sampah memiliki peran penting dalam menyerap sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi, sekaligus menjadi solusi konkret dalam menekan volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.

“Setiap kelurahan wajib mengoptimalkan peran Bank Sampah dalam menyerap sampah anorganik bernilai ekonomi. Itu sangat membantu dalam pengelolaan sampah,” ujar Adhitia dalam keterangan tertulsinya, Senin, 6 April 2026.


Selain itu, ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait pemilahan sampah sejak dari rumah. Hal ini sejalan dengan kebijakan Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi yang telah menerapkan sistem penjadwalan pengangkutan sampah berdasarkan jenisnya, yakni organik dan anorganik.

“Pelayanan dilakukan dengan jadwal hari organik dan anorganik sesuai jadwal dan kontrol membawa surat jalan dari RW,” tambahnya.

DLH Kota Cimahi juga terus mengoptimalkan fasilitas TPS 3R serta pengelolaan terpadu untuk mengolah sampah secara mandiri. Langkah ini ditujukan untuk menekan volume residu yang dikirim ke Sarimukti secara signifikan.

Upaya tersebut dinilai krusial mengingat adanya pembatasan pengiriman sampah ke TPA Sarimukti yang dikelola Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 6174/PBLS.04/DLH, kiriman sampah dari Kota Cimahi dibatasi maksimal 1.668 ton per dua minggu.

Tak hanya itu, Adhitia juga meminta peran aktif aparat kewilayahan hingga linmas untuk mencegah praktik pembuangan sampah liar. Koordinasi dengan Satpol PP pun diharapkan dapat memperkuat penegakan peraturan daerah terkait kebersihan lingkungan.

Langkah-langkah ini menjadi bagian dari strategi Kota Cimahi untuk mengurangi ketergantungan terhadap TPA regional, sekaligus mendorong kemandirian dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.