3.500 Porsi Makanan Bergizi Gratis di Cimahi Dipastikan Aman, Tidak Ada Zat Berbahaya
3.500 Porsi Makanan Bergizi Gratis di Cimahi Dipastikan Aman, Tidak Ada Zat Berbahaya
PIKIRAN RAKYAT - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi menguji mutu pangan pada paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat. "Sesuai dengan program Presiden RI, MBG harus disajikan secara aman untuk dikonsumsi. Karena itu, kami melakukan uji mutu pangan untuk memastikan keamanan pangan pada makanan yang dikonsumsi masyarakat," ujar Kepala Dispangtan Kota Cimahi, Tita Maryam, Kamis (23/1/2025). Program Makan Bergizi Gratis di Cimahi dijamin aman mutunya. Baca Juga: Mengkalkulasi Dana Makan Bergizi Gratis: Analisis Awal dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Program MBG, yang dimulai pada 6 Januari 2025, diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung percepatan visi Indonesia Emas 2045 dan menurunkan angka stunting. Di Kota Cimahi, program ini mencakup sekitar 3.500 penerima, termasuk balita, santri, siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, dan ibu menyusui di Kelurahan Pasirkaliki, sesuai dengan jangkauan SPPG di wilayah tersebut. Tita menjelaskan, pemeriksaan dilakukan pada 8 sampel pangan segar menggunakan rapid test kit. "Dilakukan deteksi uji pestisida pada 5 sampel, uji formalin pada 1 sampel, dan uji boraks pada 2 sampel. Sampel tersebut berupa cabe merah, bawang putih, bawang merah, sawi hijau, wortel, daging ayam, dan susu pasteurisasi," ungkapnya. Hasil uji menunjukkan semua sampel bebas dari residu pestisida, formalin, dan boraks. "Hasil dari 8 sampel tersebut negatif atau aman bebas residu pestisida, formalin, dan boraks," ucapnya. Tita menambahkan bahwa uji mutu pangan akan dilakukan secara rutin setiap dua minggu. "Kami jadwalkan tiap 2 minggu sekali, karena nanti kalau sudah berjalan, semua SPPG harus diperiksa. Untuk saat ini di Cimahi baru 1 SPPG yang berjalan," imbuhnya. Baca Juga: Kemarin Rupa-rupa Sumber Dana Makan Bergizi Gratis: Zakat, Cukai Rokok, Rp5 T Iuran Pemda Arahan ahli gizi Kota Cimahi memiliki lebih dari 30 ribu siswa dan membutuhkan setidaknya 10 SPPG untuk mendistribusikan makanan bergizi. Saat ini, hanya ada satu SPPG yang melayani sekitar 3.000 hingga 3.500 orang di Kelurahan Pasirkaliki. Dispangtan berharap program MBG berjalan lancar dengan keamanan pangan terjamin. "Semua masyarakat, termasuk anak-anak yang mengonsumsi paket MBG, sehat dan merasakan manfaatnya," tutur Tita. Baca Juga: Dugaan Penipuan Program Makan Bergizi Gratis, UMKM di Ciamis Rugi Belasan Juta Rupiah Adam Darmawan, Penanggung Jawab Yayasan Arara Visi Hijau yang mengelola SPPG, menyebutkan bahwa satu porsi makanan terdiri dari nasi atau karbohidrat, protein hewani, sayuran, buah, dan susu. "Kami konsisten mengikuti standar gizi yang ditetapkan pemerintah pusat," ujarnya. Menu makanan disusun berdasarkan arahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan melibatkan ahli gizi. "Terutama menentukan siklus menu sehingga semuanya sesuai standar kesehatan," jelas Adam. Persiapan bahan baku dilakukan sejak H-1 untuk memastikan produksi berjalan lancar. "Dalam sehari, kami memproduksi sekitar 3.400 hingga 3.500 porsi. Kami melibatkan 50 tenaga kerja, termasuk ahli dari sektor katering, serta memberdayakan warga lokal sehingga program ini juga berdampak pada perekonomian sekitar," tuturnya.***
Sumber:pikiran-rakyat