Dispangtan Cimahi Gelar “Kick Off Gerakan Tanam Pangan Cabai” di Kebun Cabai RW 021 Cipageran
Dispangtan Cimahi Gelar “Kick Off Gerakan Tanam Pangan Cabai” di Kebun Cabai RW 021 Cipageran
Cimahi, Barometer Jabar – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi menggelar kegiatan “Kick Off Gerakan Tanam Pangan Cabai” di Kebun Cabai RW 021 Kampung Lebak Saat, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara (14/11/2025). Acara ini menjadi langkah awal dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui komoditas cabai yang menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat.
Kegiatan tersebut diresmikan langsung oleh Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana, S.A.P, didampingi oleh Kepala Dispangtan Tita Maryam, S.Pt., M.M., serta turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Cimahi, Ibu Nurintan M.N.O. Sirait, S.H., M.H., dan perwakilan instansi Polri serta TNI Kota Cimahi. Dalam sambutannya, Kang Ngatiyana menyampaikan bahwa Kota Cimahi masih memiliki potensi besar untuk menanam cabai, meski memiliki keterbatasan lahan. Ia mendorong masyarakat dan para petani untuk memanfaatkan lahan kosong secara optimal sesuai prosedur dan mekanisme pertanian yang benar.
“Wilayah Lebak Saat, Kelurahan Cipageran, menjadi contoh nyata bahwa Cimahi mampu mengembangkan tanaman pangan, khususnya komoditas cabai. Ini bagian dari upaya memenuhi kebutuhan 9 bahan pokok dan menjaga stabilitas inflasi,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa gerakan tanam ini diharapkan menjadi program berkelanjutan. Profesi petani disebutnya sebagai profesi mulia, sekaligus mendukung Astacita program Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurut Kang Ngatiyana, Cimahi Utara adalah lahan utama pertanian di Kota Cimahi, sehingga memiliki peran strategis sebagai pusat ekonomi berbasis pertanian. Usai sambutan, Wali Kota Cimahi bersama jajaran Dispangtan, Kejaksaan Negeri, serta personel TNI dan Polri melakukan penanaman cabai secara simbolis di area kebun. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajakan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam memperbesar produksi pangan lokal.