Dispangtan Cimahi Mantapkan RKPD 2027, Siap Jadi Lokomotif Ketahanan Pangan dan Ekonomi

Dispangtan Cimahi Mantapkan RKPD 2027, Siap Jadi Lokomotif Ketahanan Pangan dan Ekonomi

Cimahi, (tabloidpilarpost.com) – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi menyelenggarakan Forum Perangkat Daerah (FPD) Tahun 2026 di Balai Benih Ikan Air Tawar Kota Cimahi, Rabu (11/2). Forum ini digelar untuk memantapkan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Dispangtan Tahun 2027.


Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, yang hadir membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa forum ini menjadi momentum strategis untuk menyusun rumusan kegiatan, subkegiatan, hingga program tahun 2027 dengan pendekatan inovatif dan kolaboratif.

“Forum ini jangan hanya menjadi agenda formalitas, tetapi harus mampu melahirkan gagasan konkret yang menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Adhitia.


Dalam sambutannya, Adhitia menekankan bahwa Dispangtan merupakan dinas kunci yang memegang indikator kemajuan Pemerintah Kota Cimahi, khususnya dalam aspek kesejahteraan warga dan ketahanan pangan.

“Dispangtan ini kunci dari indikator kemajuan Pemerintah Kota Cimahi, mulai dari kesejahteraan warga sampai pada masalah pangan. Ke depan kami berharap Dispangtan bisa menunjukkan bahwa lokomotif pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kota Cimahi itu adalah Dispangtan,” tegasnya.

Ia bahkan menyebut Dispangtan sebagai leading sector dalam pembangunan daerah, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi dan ketahanan pangan.

Adhitia menyampaikan bahwa fokus utama tahun 2027 adalah mendukung agenda kedaulatan pangan yang menjadi program strategis Presiden. Oleh karena itu, Dispangtan diminta tampil sebagai sektor terdepan dalam mendukung program nasional.

“Dispangtan harus menjadi leading sector untuk men-support program-program Pak Presiden, mulai dari Koperasi Merah Putih, MBG, dan arah ke swasembada pangan,” katanya.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pusat sangat penting agar program nasional dapat berjalan optimal di tingkat daerah.

Menyadari kondisi Kota Cimahi yang memiliki keterbatasan lahan dan sumber daya alam, Adhitia mendorong Dispangtan untuk terus berinovasi dan memaksimalkan potensi lokal yang ada. Ia menilai Cimahi tetap memiliki sentra-sentra pangan yang dapat dikembangkan melalui pendekatan kreatif dan teknologi pertanian modern.

Melalui Forum Perangkat Daerah Dispangtan 2026 ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap lahir strategi dan rencana kerja yang mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada tahun 2027.

Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, Dispangtan diharapkan benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi berbasis pangan di Kota Cimahi.