Bangun Labkesda, Pemkot Cimahi Targetkan Rampung Akhir Tahun

Bangun Labkesda, Pemkot Cimahi Targetkan Rampung Akhir Tahun

Demi mendukung transformasi sistem ketahanan kesehatan nasional, Pemerintahan Kota (Pemkot) Cimahi berencana membangun Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Kehadiran Labkesda di Kota Cimahi diharapkan mampu mengoptimalkan kesiapsiagaan dalam situasi darurat kesehatan.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira mengatakan, pembangunan Labkesda sudah dipersiapkan dan ditargetkan selesai pada Desember 2025 ini.

"Insyaallah (Labkesda) akan mulai beroperasi Tahun 2026," kata Adhitia saat dikonfirmasi, Rabu, 30 April 2025.

Adapun anggaran pembangunan Labkesda, dia menyebutkan, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Cimahi.

"Ada DAK untuk pembangunan Labkesda, Cimahi belum punya Labkesda, tahun ini insyaallah ada Labkesda," tegasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Mulyati menyampaikan, kebutuhan pembangunan Labkesda diperkirakan akan memakan waktu selama 6 bulan. Adapun lokasi pembangunan Labkesda yang telah ditetapkan yakni, berada di Jalan Sukimun, Kelurahan Baros, Kecamatan Cimahi Tengah.

"Pembangunan efektif Bulan Juli dan target selesai bulan Desember 2025," ungkap Mulyati.

Berkenaan pembangunan Labkesda, dia menyebutkan, Kota Cimahi sangat membutuhkan keberadaan Labkesda yang menjadi bagian dari langkah untuk mendukung transformasi sistem ketahanan kesehatan nasional guna meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat kesehatan.

Melalui realisasi pembangunan Labkesda yang menjadi tanggung jawab Pemkot Cimahi dalam memenuhi kelengkapan fasilitas kesehatan. Sehingga keberadaannya diharapkan mampu mengentaskan permasalahan kesehatan masyarakat Kota Cimahi secara komprehensif. 

"Pelayanan insyaallah dimulai langsung tahun 2026. Labkesda yang komprehensif meliputi deteksi dini surveilans penyakit dan faktor risiko kesehatan termasuk lingkungan, makanan, serta vektor penyebab penyakit, serta respon terhadap kejadian luar biasa atau wabah," pungkasnya