Bundaran Jati Dipercantik Senjata Rapier Non Aktif dari Inggris
Bundaran Jati Dipercantik Senjata Rapier Non Aktif dari Inggris
REALITA PUBLIK,– Pemerintah Kota Cimahi dan TNI Angkatan Darat berkolaborasi menghadirkan ruang publik yang sarat sejarah. Mereka memasang monumen sistem pertahanan udara Rapier nonaktif di Bundaran Jati, Jalan Daeng Moh. Ardiwinata, Cimahi Utara.
Ini bagian dari penataan kota berbasis nilai historis, mengingat Cimahi memiliki sejarah panjang sebagai pusat pendidikan dan kegiatan militer. Rapier tersebut dibuat negara Inggris tahun 1950-an dan sudah tidak operasional lagi.
Pemasangannya diharapkan menjadi penanda identitas Kota Cimahi dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan sejarah kota. Rapier non aktif yang dipasang di bundaran Jati tersebut merupakan pinjaman dari TNI AD. Seluruh tahapan peminjaman aset telah dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.
“ Setelah dikomunikasikan dengan TNI Angkatan Darat dan Alhamdulillah disetujui bahwa Rapier akan menghiasi taman-taman ini dengan monumen sejarah,” ujar Ngatiyana,” Jum’at, 23 Januari 2026.
Menurut Ngatiyana, Rapier di ruang terbuka bukan simbol kekuatan militer, namun harus dimaknai sebagai simbol sejarah lokal untuk mengedukasi serta apresiasi sejarah Kota Cimahi.
recommended by
BTC Income
Lakukan Ini 15 Menit Sehari dan Hasilkan Rp3 Juta per Jam
Lihat caranya
“Ini supaya ada sejarah dan masyarakat tahu bahwa dulu Cimahi adalah kota militer,” katanya.
Ngatiyana menambahkan, Rapier yang digunakan merupakan alutsista yang telah lama dinonaktifkan sehingga tidak memiliki fungsi tempur. Dengan kondisi tersebut, pemanfaatannya difokuskan untuk kepentingan edukasi dan estetika kota.
Kedepannya Pemkot akan menjaga keamanan monumen Rapier yang akan dilakukan melalui kerjasama Pussenarhanud dan Arhanud untuk memastikan pemanfaatan alutsista sesuai kesepakatan
Alutsista Rapier menjadi simbol sejarah Cimahi yang erat dengan pendidikan dan militer. Diharapkan bisa membangkitkan rasa penasaran masyarakat agar mengetahui sejarah kota, sekaligus memperindah kawasan
Rapier yang kini menghiasi Bundaran Jati berstatus sebagai aset negara milik Angkatan Darat. Pemanfaatannya dilakukan melalui skema peminjaman dari Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) kepada Pemerintah Kota Cimahi, dengan ketentuan kepemilikan tetap berada di bawah institusi militer,” pungkasnya..
Bunderan Jati berada di kawasan kantor Pemerintahan Kota Cimahi yang menghubungkan jalan antar Kota dan Kabupaten, yakni Bandung Barat menuju Parongpong Lembang dan Kota Bandung menuju Jalan Aruman dan mengarah ke Pasteur menuju Tol Pasteur.
Pemerintah Kota Cimahi telah meresmikan Bundaran Jati Pemkot Cimahi beserta sejumlah infrastruktur strategis lainnya. Realisasi Bunderan Jati merupakan hasil kerja lintas sektor sepanjang tahun 2025, mencakup pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas publik, hingga sarana pendukung pelayanan pemerintahan.
Adapun pembangunan Bundaran Jati dinilai sebagai solusi penting untuk memperbaiki arus lalu lintas di kawasan strategis Kota Cimahi.
Ngatiyana menambahkan, ke depan ruas Jalan Jati
Serut juga direncanakan akan diubah namanya menjadi Jalan Sudarna dan segera diresmikan setelah seluruh proses rampung. (Dije)