Cimahi Putar Arus Hadapi Proyek Besar

Cimahi Putar Arus Hadapi Proyek Besar

CIMAHI,TANGANMEDIA.ID – Pemerintah Kota Cimahi terus memutar strategi pengaturan lalu lintas di tengah berlangsungnya pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto dan pemeliharaan Jembatan Jalan Raden Demang Hardjakusumah.


Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kelancaran mobilitas sekaligus memastikan keselamatan masyarakat yang melintasi sejumlah ruas terdampak pembangunan. Evaluasi terbaru dibahas dalam Rapat Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Tahun 2026 yang digelar Dinas Perhubungan Kota Cimahi di Aula Gedung C Pemerintah Kota Cimahi, Senin (31/8/2026).


Forum tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Satlantas Polres Cimahi, perangkat daerah, unsur kewilayahan, kecamatan dan kelurahan, Organda, ketua RW terdampak hingga pihak pelaksana pekerjaan.


Pertemuan itu menjadi ruang evaluasi terhadap manajemen dan rekayasa lalu lintas yang telah diterapkan sejak pengalihan arus diberlakukan pada 19 Agustus 2026.



Salah satu strategi yang diterapkan adalah pemberlakuan sistem dua arah atau counterflow di Underpass Dustira. Kebijakan tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan kapasitas jalan sekaligus membantu mengurai kepadatan kendaraan yang muncul akibat perubahan pola arus lalu lintas.


Meski demikian, hasil pemantauan menunjukkan Jalan Amir Mahmud masih menjadi salah satu ruas yang mengalami penumpukan kendaraan, terutama pada pagi dan sore hari. Kepadatan terjadi akibat pertemuan kendaraan roda dua maupun roda empat yang datang secara bersamaan dari sejumlah arah.


Arus kendaraan dari arah barat Jalan Amir Mahmud, Kolmas, Babakan, Margamulya hingga Jalan Daeng menjadi salah satu faktor yang menyebabkan meningkatnya volume kendaraan pada jam-jam tertentu.


Forum LLAJ pun menyoroti simpang Jalan Daeng–Cihanjuang–Amir Mahmud sebagai salah satu titik krusial yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Pengaturan dan penarikan arus di kawasan tersebut akan terus dioptimalkan untuk mengurangi antrean sekaligus mencegah kemacetan merambat ke ruas jalan lainnya.


Dinas Perhubungan Kota Cimahi bersama Satlantas Polres Cimahi juga memperkuat pengaturan di lapangan dengan menambah jumlah personel pada sejumlah titik rawan kemacetan.


Pola pengaturan tersebut tidak bersifat permanen. Petugas akan terus menyesuaikan rekayasa berdasarkan kondisi aktual di lapangan, khususnya pada jam-jam dengan tingkat pergerakan kendaraan tertinggi.


Selain persoalan arus kendaraan, Forum LLAJ turut memberikan perhatian terhadap perlengkapan jalan di sekitar pembangunan Underpass Gatot Subroto.


Pihak kontraktor diminta segera memperbaiki dan melengkapi berbagai perangkat pendukung manajemen rekayasa lalu lintas. Sejumlah fasilitas seperti traffic cone yang rusak, tali pembatas berwarna oranye, hingga Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) menjadi perhatian karena sebagian mengalami kerusakan akibat cuaca dan kondisi lingkungan.


Sementara itu, perkembangan positif juga terjadi pada pemeliharaan Jembatan Raden Demang Hardjakusumah atau yang dikenal sebagai Jembatan Pemkot. Secara teknis, akses tersebut ditargetkan mulai dapat dilalui kendaraan roda dua pada 5 September 2026.


Namun, pembukaan akses tersebut tetap bergantung pada hasil pemeriksaan serta persetujuan dari pihak berwenang.


Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang, menegaskan bahwa target waktu bukan satu-satunya pertimbangan dalam membuka kembali akses jembatan.


“Sebelum jembatan dibuka untuk umum, perlu dipastikan seluruh aspek teknis, keselamatan dan kelayakan jalan telah memenuhi ketentuan sehingga masyarakat dapat menggunakan akses tersebut dengan aman,” tegas Endang.


Menurutnya, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama sehingga seluruh tahapan teknis harus dipastikan selesai dan memenuhi standar sebelum kendaraan kembali melintas.


Forum LLAJ juga menjadi wadah koordinasi antara pemerintah, kepolisian, unsur kewilayahan, masyarakat, dan pihak pelaksana pekerjaan. Berbagai masukan dari camat, lurah, hingga ketua RW di wilayah terdampak menjadi bahan penting untuk menyempurnakan pola rekayasa lalu lintas.


Dengan kondisi volume kendaraan yang dapat berubah pada setiap jam, Pemerintah Kota Cimahi bersama seluruh pihak terkait berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan.


Rekayasa lalu lintas akan dievaluasi secara berkala agar pembangunan infrastruktur tetap berjalan, sementara dampaknya terhadap aktivitas dan mobilitas masyarakat dapat diminimalkan.