Gardu Listrik Peninggalan Belanda Digeser, Pembangunan Underpass Gatsu Cimahi Tetap Pelihara Warisan Sejarah

Gardu Listrik Peninggalan Belanda Digeser, Pembangunan Underpass Gatsu Cimahi Tetap Pelihara Warisan Sejarah

Kota Cimahi, tujuhmenit.com – Pembangunan underpass Jalan Gatot Subroto (Gatsu) tak lantas menyapu bersih jejak masa lalu. Sebuah gardu listrik peninggalan zaman kolonial Belanda yang berada di jalur proyek justru diselamatkan, bukan dirubuhkan. Bangunan cagar budaya ini akan dipindahkan posisinya dengan tetap menjaga keaslian bentuk dan strukturnya.


Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan, pelestarian warisan sejarah menjadi prioritas utama dalam proyek kolaborasi antara Pemkot Cimahi dan Pemprov Jawa Barat itu.


“Dampak langsung pembangunan hanya menyentuh gardu listrik tersebut. Pohon-pohon besar peninggalan zaman Belanda pun tidak akan ditebang karena punya nilai sejarah yang patut dijaga,” ujarnya, Rabu (15/9/2026).




Cara yang dipilih bukan menghancurkan, melainkan menggeser. Bangunan gardu akan dipindahkan ke lokasi lain tanpa merusak satu pun bagian aslinya. Tujuannya jelas, agar nilai sejarah yang melekat tidak hilang, sekaligus pembangunan tetap berjalan.


Kawasan Gatsu sendiri kaya akan jejak masa lalu. Di sekitar lokasi proyek berdiri Gedung Soedirman atau yang dikenal sebagai The Historich, dibangun tahun 1895 dan ditetapkan sebagai cagar budaya sejak 2022. Dulunya gedung ini menjadi tempat berkumpul para perwira militer Hindia Belanda. Ada juga Masjid ABRI yang dahulu merupakan Taman Wilhelmina, serta rumah-rumah tinggal dengan gaya arsitektur khas Eropa.


Untungnya, bangunan-bangunan bersejarah lainnya tidak terdampak secara langsung. Sebagian hanya terkena penyesuaian area pelataran atau lahan parkir. “Kami pastikan tidak ada kerusakan pada bangunan cagar budaya lainnya,” tegas Ngatiyana.


Tak sekadar memindahkan bangunan, proyek ini juga menanam kembali rimbunan hijau. Sebanyak 74 bibit pohon ditanam sebagai ganti kerusakan lingkungan, tersebar di lingkungan Masjid ABRI dan kawasan Ekowisata Cireundeu. Jenisnya beragam, mahoni, asam, trembesi, hingga pohon durian yang diharapkan tak sekadar hijau, tapi juga bermanfaat warga.


Baca Juga  Berikan Pelayanan Publik Transparan, Samsat Cimareme Edukasi Wajib Pajak Melalui “Polantas Menyapa”

Jalan Gatot Subroto sendiri berstatus jalan provinsi, sehingga proyek ini dikelola bersama Dinas Bina Marga Pemprov Jabar. Target penyelesaian ditetapkan akhir Desember 2026. Agar tepat waktu, pengerjaan akan dijalankan secara maksimal, termasuk di jam-jam malam jika diperlukan.


“Kami selaku penerima manfaat ikut menjaga dan menyukseskan proyek ini demi kepentingan bersama,” tutup Ngatiyana. Pembangunan yang maju tanpa melupakan akar sejarah, itulah yang diusahakan Kota Cimahi.