Pemkot Cimahi Pacu Realisasi Underpass Gatot Subroto

Pemkot Cimahi Pacu Realisasi Underpass Gatot Subroto

CIMAHI, NyaringIndonesia.com – Pemerintah Kota Cimahi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta lembaga vertikal terkait kembali menggelar pertemuan koordinasi untuk mematangkan rencana pembangunan terowongan lalu lintas (underpass) di ruas Jalan Gatot Subroto. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Markas Kodim 0609/Cimahi, Senin (19/01/26).


Pertemuan ini difokuskan pada upaya percepatan realisasi proyek infrastruktur yang selama ini dipandang krusial dalam menekan kepadatan kendaraan di kawasan perlintasan rel kereta api. Sejumlah unsur pemerintah dan instansi teknis hadir untuk menyelaraskan tahapan perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.







Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menuturkan bahwa pembangunan underpass merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung agenda nasional di sektor transportasi. Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut aspek keselamatan pengguna jalan.


“Keberadaan terowongan ini diharapkan mampu meminimalkan potensi kecelakaan sekaligus meningkatkan kelancaran pergerakan lalu lintas yang selama ini kerap terhenti akibat lalu lintas kereta api,” kata Ngatiyana kepada wartawan.







Ia menjelaskan, intensitas perjalanan kereta api yang tinggi, termasuk layanan feeder Kereta Cepat Jakarta–Bandung, kerap menimbulkan antrean panjang kendaraan. Dengan dibangunnya underpass, hambatan tersebut diharapkan dapat teratasi.









Ngatiyana juga menekankan manfaat lain dari proyek tersebut, yakni memperlancar akses menuju fasilitas pelayanan publik, terutama Rumah Sakit Dustira.


“Mobilitas menuju rumah sakit akan lebih cepat dan tidak lagi bergantung pada jadwal perjalanan kereta,” ujarnya.


Dari sisi teknis, Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa pendanaan konstruksi telah tercantum dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran dengan nilai sekitar Rp100 miliar. Pelaksanaan pembangunan diproyeksikan berlangsung selama kurang lebih 300 hari kalender atau sekitar 10 bulan.




“Penyelesaian ditargetkan pada penghujung 2026. Namun terdapat kemungkinan molor hingga 2027 apabila proses penyiapan lahan dan kelengkapan administrasi memerlukan waktu tambahan,” ujar Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat.


Ia menambahkan, apabila seluruh persyaratan terpenuhi, pekerjaan konstruksi direncanakan mulai dikerjakan pada Maret 2026. Ketersediaan dan kesiapan lahan menjadi penentu utama dimulainya pembangunan.


Pertemuan koordinasi tersebut menghasilkan kesepahaman bersama bahwa seluruh pemangku kepentingan memberikan dukungan penuh terhadap pembangunan underpass Jalan Gatot Subroto. Setiap instansi juga menyatakan persetujuan atas pemanfaatan lahan sesuai kewenangannya masing-masing.


Sebagai tindak lanjut, hasil kesepakatan rapat dituangkan dalam dokumen berita acara yang ditandatangani seluruh peserta. Dokumen tersebut menjadi landasan percepatan tahapan pembangunan underpass di Kota Cimahi. (Bzo)