Pemkot Cimahi Susun Strategi Tata Ruang
Pemkot Cimahi Susun Strategi Tata Ruang
Pemerintah Kota Cimahi (Pemkot) Cimahi, Jawa Barat,
menyiapkan langkah strategis dalam penataan ruang serta pengembangan
konsep hunian vertikal guna menghadapi tingkat kepadatan penduduk yang
terus meningkat.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira dalam keterangannya
menyampaikan bahwa kepadatan penduduk di Kota Cimahi saat ini telah
mencapai sekitar 14 ribu jiwa per kilometer persegi. Angka tersebut dinilai sudah sangat tinggi dan setara dengan wilayah padat
seperti Jakarta Pusat, sementara luas wilayah Cimahi relatif terbatas.
“Dengan kepadatan mencapai 14 ribu jiwa per kilometer persegi, kita harus
segera melakukan penataan ruang secara menyeluruh agar pembangunan
tetap terarah dan berkelanjutan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Jawa Barat, jumlah penduduk Kota
Cimahi pada tahun 2026 tercatat sekitar 614 ribu jiwa dengan luas wilayah
hanya 42,43 kilometer persegi.
Kondisi ini menjadikan Cimahi sebagai salah satu daerah dengan tingkat
kepadatan tertinggi di Jawa Barat.
Menurut Adhitia, situasi tersebut menuntut langkah komprehensif,
khususnya dalam penyediaan kawasan permukiman yang mampu
menyesuaikan dengan keterbatasan lahan.
Ia menegaskan bahwa konsep hunian ke depan tidak lagi dapat bergantung
pada rumah tapak, melainkan harus beralih ke pembangunan hunian
vertikal “Ke depan, arah pembangunan hunian adalah vertical house atau hunian
vertikal, karena keterbatasan lahan di Cimahi,” katanya.
Selain berdampak pada sektor permukiman, kepadatan penduduk juga
memengaruhi aspek sosial, ekonomi, hingga lingkungan.
Oleh karena itu, diperlukan perencanaan pembangunan jangka panjang
yang berkelanjutan dan terintegrasi.
Pemkot Cimahi, lanjutnya, telah memiliki Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Daerah (RPJPD) yang akan terus disesuaikan dengan dinamika
perkembangan kota.
Penyesuaian tersebut juga akan mengacu pada perubahan Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW) di tingkat provinsi.
“Penataan ke depan harus mampu menjawab persoalan tata ruang secara
cepat dan tepat. Kami juga menunggu penyesuaian RTRW provinsi agar
sinkron dengan kebijakan daerah,” tambahnya.
Melalui langkah ini, Pemkot Cimahi berharap dapat menciptakan tata
ruang kota yang lebih tertata, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tengah keterbatasan lahan dan
tingginya kepadatan penduduk. (Bd20