Pemkot Cimahi Tuntaskan Lahan Underpass Gatot Subroto-Baros

Pemkot Cimahi Tuntaskan Lahan Underpass Gatot Subroto-Baros

CIMAHI -- Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi,saat ini mulai mempersiapkan skema rekayasa lalu lintas sebagai langkah antisipasi menghadapi dampak pembangunan Underpass Gatot Subroto–Baros.

Proyek ini, yang digadang menjadi solusi kemacetan di salah satu titik macet lalu lintas tersibuk di Kota Cimahi itu diperkirakan memasuki tahap konstruksi dalam waktu dekat dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.

Walau demikian, pekerjaan fisik belum bisa dimulai. Pemkot Cimahi masih menunggu hasil tender konstruksi yang kini tengah diproses oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai penanggung jawab pembangunan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah mengungkapkan seluruh tahapan di tingkat pemerintah kota sudah diselesaikan. Saat ini, kelanjutan proyek bergantung pada proses lelang yang dilakukan pemerintah provinsi.

"Ya, masih menunggu hasil tender konstruksi Underpass Gatot Subroto yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Barat," ungkap Wilman saat ditemui dikantornya, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut dia, pembangunan underpass ini akan berdampak pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi, mulai dari kafe, Kantor Pos, Kantor Telkom, sampai sebagian area bangunan bersejarah yang berada di koridor proyek tersebut.

Tapi, persoalan pembebasan lahan dipastikan sudah tak menjadi hambatan. Pemkot Cimahi sudah menuntaskan seluruh proses tersebut dengan anggaran mencapai Rp36 miliar yang bersumber dari APBD Kota Cimahi.

"Kalau untuk pembebasan lahan sudah beres dari kita, nilainya Rp36 miliar. Semoga, lelangnya tidak ada kendala sehingga langsung dibangun fisiknya. Kalau lihat di dokumen lelang waktu pelaksanaan itu 165 hari kalender," paparnya.

Wilman menambahkan, pembangunan fisik underpass sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat. Sedangkan, Pemkot Cimahi berperan mendukung proyek melalui penyediaan lahan dan penanganan dampak di wilayahnya, seperti menyiapkan rekayasa lalu lintas agar mobilitas masyarakat tetap berjalan selama proses konstruksi berlangsung.

Sebagai bentuk komitmen pada proyek itu, Pemkot Cimahi sudah menggelontorkan dana Rp36 miliar dari APBD guna menuntaskan pembebasan lahan yang menjadi prasyarat dimulainya pembangunan.

"Total Rp36 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Cimahi telah dikucurkan untuk mendukung pembangunan underpass ini," tandasnya.