Rapier Non Aktif Pinjaman Arhanud Hiasi Taman Kota Cimahi
Rapier Non Aktif Pinjaman Arhanud Hiasi Taman Kota Cimahi
Limawaktu.id, Kota Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi dan TNI Angkatan Darat melakukan kolaborasi untuk menghadirkan ruang public Kota Cimahi yang sarat dengan sejarah Cimahi sebagai wilayah yang dikenal sebagai kota hijau. Melalui kolaborasi dengan Artileri Pertahanan Udara (Ahanud), simpang Jalan Daeng Mohamad Ardiwinata sekitar pusat pemerintahan Kota Cimahi, saat ini sudah berdiri monumen sistem pertahanan udara Rapier nonaktif , sebagai bagian dari penataan kota berbasis nilai historis. .
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana memastikan bahwa Rapier non aktif yang dipasanag di bundaran Jati tersebut merupakan pinjaman dari TNI AD. Seluruh tahapan peminjaman aset telah dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.
“Kita komunikasikan dengan TNI Angkatan Darat dan Alhamdulillah disetujui bahwa Rapier akan menghiasi taman-taman ini dengan monumen sejarah,” ujar Ngatiyana,” Jum’at, 23 Januari 2026.
Menurut Ngatiyana, penempatan Rapier di ruang terbuka tidak boleh dimaknai sebagai simbol kekuatan militer. Ia menekankan bahwa langkah tersebut lebih bertujuan mengangkat narasi sejarah lokal.
“Ini supaya ada sejarah dan masyarakat tahu bahwa dulu Cimahi adalah kota militer,” katanya.
Ngatiyana menambahkan, Rapier yang digunakan merupakan alutsista yang telah lama dinonaktifkan sehingga tidak memiliki fungsi tempur. Dengan kondisi tersebut, pemanfaatannya difokuskan untuk kepentingan edukasi dan estetika kota.
Terkait perawatan, Pemerintah Kota Cimahi memegang peran utama dalam menjaga kondisi dan keamanan monumen. Pemerintah Kota Cimahi, Pussenarhanud, dan satuan Arhanud terus menjalin komunikasi untuk memastikan pemanfaatan alutsista berjalan sesuai kesepakatan.
Alutsista buatan Inggris dari era 1950-an tersebut ditempatkan bukan sekadar sebagai elemen visual, melainkan sebagai pengingat perjalanan Kota Cimahi yang sejak masa lalu berkembang berdampingan dengan aktivitas pendidikan dan pertahanan militer. Kehadirannya diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu masyarakat terhadap sejarah kota sekaligus memperindah kawasan strategis tersebut.
“Rapier yang kini menghiasi Bundaran Jati berstatus sebagai aset negara milik Angkatan Darat. Pemanfaatannya dilakukan melalui skema peminjaman dari Pusat Kesenjataan Artileri Pertahanan Udara (Pussenarhanud) kepada Pemerintah Kota Cimahi, dengan ketentuan kepemilikan tetap berada di bawah institusi militer,” pungkasnya..