Tutup 2025, Pemkot Cimahi Resmikan Bundaran Jati dan Infrastruktur Strategis

Tutup 2025, Pemkot Cimahi Resmikan Bundaran Jati dan Infrastruktur Strategis

Cimahi, (tabloidpilarpost.com) – Pemerintah Kota Cimahi meresmikan Bundaran Jati Cihanjuang beserta sejumlah infrastruktur strategis lainnya pada Rabu (31/12/2025). Kegiatan peresmian berlangsung di Plaza Gedung A Pemerintah Kota Cimahi dan menjadi penutup tahun 2025 dengan capaian pembangunan yang berfokus pada konektivitas, penataan kota, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.



Peresmian dipimpin langsung oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, didampingi Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, jajaran Forkopimda, Asisten Pemerintahan, serta para Kepala Perangkat Daerah. Sejumlah proyek yang diresmikan merupakan hasil kerja lintas sektor sepanjang tahun 2025, mencakup pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas publik, hingga sarana pendukung pelayanan pemerintahan.




Plt. WALI KOTA CIMAHI HADIRI PERINGATAN HARI JADI KOTA CIMAHI KE 21 TINGKAT KECAMATAN…

Awali Tahun Anggaran 2026, Pemkot Cimahi Tekankan Disiplin ASN dan Pelayanan Publik


Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan bahwa pada hari tersebut Pemerintah Kota Cimahi meresmikan lima lokasi pembangunan strategis yang mencakup sektor kesehatan, pendidikan, sosial, dan infrastruktur.


“Hari ini di penghujung tahun, Pemerintah Kota Cimahi meresmikan pekerjaan strategis daerah, mulai dari UPDRS Cibabat sebagai pusat pengelolaan darah, Puskesmas Cibeureum, revitalisasi SMP Negeri 9 Cimahi, rumah singgah di Kelurahan Cipageran, hingga Bundaran Jati yang diharapkan dapat mengurangi kemacetan,” ujar Ngatiyana.


Pembangunan Bundaran Jati dinilai sebagai solusi penting untuk memperbaiki arus lalu lintas di kawasan strategis Kota Cimahi. Selain itu, Ngatiyana mengungkapkan rencana perubahan nama Jalan Jati Serut menjadi Jalan Sudarna, yang akan diresmikan setelah seluruh proses administrasi dan teknis rampung.


Selain infrastruktur publik, Wali Kota Cimahi juga menyoroti perubahan signifikan pada penataan kantor Pemerintah Kota Cimahi. Menurutnya, penataan kawasan perkantoran merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang untuk mewujudkan pusat pemerintahan yang representatif, tertata, dan nyaman.


Ngatiyana menegaskan bahwa seluruh pembangunan tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Pemerintah Kota Cimahi pun berkomitmen melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang.


Memasuki tahun 2026, Pemkot Cimahi telah menyiapkan sejumlah agenda besar. Salah satunya adalah peresmian Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di kawasan Sukimun yang dinilai memiliki peran strategis dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat.


Selain itu, pembangunan Underpass Jalan Gatot Subroto direncanakan mulai berjalan pada triwulan kedua tahun 2026.


“Kami sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari TNI, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Kodam. Mudah-mudahan pelaksanaannya bisa berjalan lancar tanpa hambatan,” imbuh Ngatiyana.


Pemerintah Kota Cimahi juga memprioritaskan penanganan banjir melalui perbaikan dan pendalaman drainase di titik-titik rawan genangan. Selain itu, penataan pedestrian dan trotoar akan dilakukan secara bertahap guna mencegah banjir berulang.


Di sektor pendidikan dan tata kota, Pemkot Cimahi merencanakan pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baru, Puskesmas Melong Tengah, serta penataan estetika kota melalui pembuatan mural di Underpass Sriwijaya dengan melibatkan seniman lokal.


“Masih banyak yang akan kita lakukan. Mudah-mudahan seluruh perencanaan ini bisa berjalan dengan baik demi kemajuan Kota Cimahi,” pungkas Ngatiyana.


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi, Wilman Sugiansyah, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada fisik semata, melainkan menjadi bagian dari penerjemahan visi dan misi kepala daerah.


“Pembenahan kota bukan sekadar menghamparkan aspal atau menyusun beton, tetapi bagaimana pembangunan tersebut memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.