Atasi Kekerasan Ibu dan Anak Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Atasi Kekerasan Ibu dan Anak Butuh Kolaborasi Semua Pihak
CIMAHI, PATROLI Pemerintah Kota Cimahi memandang perlu melakukan penanganan serius terhadap berbagai kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayahnya. Karena pada intinya masih ada data sederet kasus dan permasalahan yang terjadi. Berdasarkan laporan terakhir tahun 2024, tercatat ada sekitar 28 kasus berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Cimahi, "Untuk itu, pemerintah dituntut, melalui Dinas DP3AP2KB untuk berperan lebih aktif dalam memetakan persoalan-persoalan yang dihadapi perempuan dan anak di Kota Cimahi," ungkap Pejabat Walikota Dicky Saromi, dalam sambutannya sebelum membuka sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak tingkat Kota Cimahi, tahun 2024 di Aula Gedung A, Kota Cimahi, Jawa Barat, Selasa (9/7). Atasi Kekerasan Ibu dan Anak Butuh Kolaborasi Semua Pihak Melalui sosialisasi ini, diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam tindakan preventif terhadap tindakan kekerasan Upaya tersebut dengan menghadirkan para pihak, seperti perwakilan Ketua Posyandu se Kota Cimahi dan perwakilan para guru BK SMP Negeri maupun Swasta se Kota Cimahi, agar mereka bisa menceritakan tipologi masalah apa saja yang dihadapi perempuan dan anak. "Dengan itu, kita semakin mengetahui persoalan spesifik apa yang kita hadapi dan bagaimana mencarikan solusi," imbuhnya. Ia mengungkap sumber masalah di tengah era digital dengan akses yang semakin muda terhadap objek. Mereka bisa berhubungan secara langsung maupun tidak langsung. "Dari hubungan itu lalu kita tidak kuat bisa ter- eksploitasi pada hal-hal yang negatif. Selain itu, banyak kejadian karena benteng keluarga yang tidak kuat akibat dipengaruhi oleh ekonomi," tandasnya. Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi, dr. Fitriani Manan MKM mengungkapkan, bahwa pihaknya ingin menindaklanjuti kondisi dan permasalahan yang terjadi dengan memberikan pemahaman terhadap pengurus Posyandu dan Guru BK, terkait pelayanan konseling terhadap perempuan dan anak di ruang lingkupnya masing- masing. "Maka melalui sosialisasi ini, diharapkan bisa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman sehingga dapat mengerti dan melakukan tindakan preventif terhadap tindakan kekerasan yang mungkin terjadi," tukas Fitri. Dengan demikian, imbuhnya, angka tindakkan kekerasan di Kota Cimahi makin menurun, sehingga Kota Cimahi menjadi kota yang aman dan menjadi kota yang ramah terhadap perempuan dan anak. Hadir selaku narasumber dalam acara tersebut, Bunda Paredi Cekas. Ir. Hj Diah Dicky Saromi M.T, Jaksa Peduli Stunting, Kejaksaan Negeri Cimahi Revina Kania Putri S.H dan Muhammad Ichsan Santoso S.H. (Sinto)