Pelatihan Kepemimpinan Posyandu, Adhitia Yudisthira : Wujudkan 6 SPM Dengan Jiwa Leadership yang Kuat
Pelatihan Kepemimpinan Posyandu, Adhitia Yudisthira : Wujudkan 6 SPM Dengan Jiwa Leadership yang Kuat
CIMAHI, Media3.id – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi menggelar kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Posyandu Kota Cimahi Tahun 2025, yang bertempat di Pandiga Educreation Sport, Jalan Sirnarasa No. 11, Cibabat Cimahi Utara, Rabu (4/6/2025).
Dengan mendatangkan Direktur Persatuan Pendampingan Pembangunan Desa, Yohanes Susilo, SKM, sebagai narasumber untuk memberikan materi mengenai kepemimpinan yang efektif dalam pembangunan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira, Ketua TP PKK Kota Cimahi sekaligus Ketua TP Posyandu Kota Cimahi Hj. Midjiati Ningsih, Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi Fitriani Manan, Plh. Kabid Gakda Satpol PP Kota Cimahi Neneng Masto’ah, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Cimahi dr. Romi Abdurakhman, Kabid Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kota Cimahi Supijan Malik, perwakilan kader-kader Posyandu se-Kota Cimahi, dan para tamu undangan lainnya.
Ketua TP Posyandu Kota Cimahi Hj. Midjiati Ningsih memberikan hadiah doorprize kepada kader Posyandu (kanan bawah)
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira yang hadir sekaligus membuka acara tersebut, mengungkapkan bahwa kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan dasar bagi Pemerintah Kota Cimahi di lapangan.
“Kader Posyandu dianggap sebagai kader lokal kelas internasional, karena peran pentingnya dalam menjalankan program-program pemerintah,” ujarnya.
Dan program-program pemerintah hanya bisa dilakukan dengan aktivitas yang berbasiskan kemasyarakatan, terutama di negara berkembang dengan penduduk yang banyak.
“Maka dari itu, Pemerintah Kota Cimahi terus menggencarkan aktivitas kemasyarakatan di berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan dan mitigasi bencana,” ucap Adhitia.
Pemerintah Kota Cimahi memiliki keterbatasan sumber daya manusia, sambung Adhitia, oleh karena itu masyarakat menjadi ujung tombak dalam menjalankan program-program pemerintah, karena pemerintah tidak dapat melakukan semuanya sendiri.
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira (tengah), Ketua TP Posyandu Kota Cimahi Hj. Midjiati Ningsih (kiri) dan Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi Fitriani Manan (kanan)_(bawah)
Adhitia menekankan pentingnya peran masyarakat dan Posyandu dalam membantu Pemerintah Kota Cimahi dalam menyelesaikan segala persoalan yang ada.
“Posyandu tidak hanya bergerak di bidang kesehatan saja, tetapi juga memiliki peran yang lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu,” imbuhnya.
Dengan 6 SPM Posyandu, Posyandu dapat memberikan pelayanan yang lebih komprehensif dan terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Yang pertama, Pendidikan, Posyandu dapat membantu menangani masalah pendidikan, seperti anak putus sekolah karena latar belakang perekonomian keluarga. Kita lakukan pendampingan agar dia mendapatkan hak untuk bisa bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak,” terang Adhitia.
Yang kedua, yang berkaitan dengan Kesehatan, Posyandu dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, termasuk akses ke fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan.
“Bersama Pak Wali, Insya Alloh kita akan melakukan rehabilitasi dan pembangunan baru Puskesmas Cibeureum sebagai bentuk peningkatan pelayanan kesehatan untuk masyarakat dan kita juga akan aktivasi lagi layanan rawat inap,” bebernya.
Yang ketiga, lanjut Adhitia, Pekerjaan Umum, Posyandu dapat membantu menangani masalah pekerjaan umum, seperti jalan rusak atau bolong.
“Segera sampaikan saja ke Dinas PUPR agar dilakukan pemeliharaan untuk segera diperbaiki,” katanya.
Kemudian yang keempat, lanjutnya kembali, Perumahan Rakyat, Posyandu dapat membantu menangani masalah perumahan rakyat, seperti rumah tidak layak huni.
“Yang kelima, ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat (trantibumlinmas), ketika kita melihat di lapangan, tidak tertib kemudian ada yang melanggar aturan, Posyandu bisa melaporkan kejadian tersebut kepada Satpol PP,” ungkap Adhitia.
Dan yang terakhir, Sosial, Posyandu membantu jalannya kesuksesan Pemerintah Kota Cimahi dalam melayani masyarakat.
Keenam SPM ini bisa terwujud apabila Bapak dan Ibu sebagai kader, khususnya ibu-ibu di lapangan memiliki jiwa leadership (kepemimpinan) yang kuat.
“Kepemimpinan itu adalah fitrah dari Tuhan Yang Maha Esa kepada diri kita masing-masing, tidak mengenal laki-laki atau perempuan, semua pasti diwarisi sifat-sifat kepemimpinan,” cetus Adhitia.
Diakhir, Adhitia mengajak kepada seluruh kader Posyandu untuk tetap semangat menjadi pejuang Garda terdepan Pemerintah Kota Cimahi dalam menuntaskan persoalan-persoalan yang ada di Kota Cimahi, supaya Kota Cimahi menjadi kota yang Mantap dan Happy.
Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi Fitriani Manan dalam laporannya menyebutkan bahwa, tujuan diselenggarakannya kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Posyandu tingkat Kota Cimahi adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan.
“Peningkatan kemampuan mengelola Posyandu, meningkatkan kemampuan memotivasi dan menggerakkan masyarakat, meningkatkan kemampuan memberikan pelayanan yang berkualitas, meningkatkan kemampuan mengidentifikasi dan menangani masalah 6 SPM, meningkatkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan serta meningkatkan motivasi dan semangat kerja kader,” terang Fitri.
Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini terdiri dari TP Posyandu Kecamatan, TP Posyandu Kelurahan serta perwakilan kader Posyandu se-Kota Cimahi.
“Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari dengan pembiayaan yang bersumber dari APBD Kota Cimahi Tahun Anggaran 2025 melalui DP3AP2KB,” ungkapnya.
Hasil yang diharapkan setelah mengikuti kegiatan kepemimpinan ini, Fitri melanjutkan, kader Posyandu dapat lebih memahami tentang Posyandu Campernik 6 SPM.
“Memiliki pemahaman tentang kepemimpinan, kemudian kader mampu memimpin dan mengorganisir kegiatan Posyandu, sehingga hasil terakhir diharapkan kualitas pelayanan Posyandu meningkat dan memperkuat peran Posyandu dalam membangun kota untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
(Sinta)