Pemkot Cimahi Cegah Stanting Lebih Dini Lakukan Penyuluhan Terhadap Catin
Pemkot Cimahi Cegah Stanting Lebih Dini Lakukan Penyuluhan Terhadap Catin
Jabar1. Icu||Kota Cimahi, – Dalam upaya penanganan pencegahan stanting lebih dini Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melakukan penyuluhan serta pembinaan terhadap calon pengantin (catin)., Penyuluhan dan Pembinaan calon Pengantin merupakan program bimbingan yang diberikan kepada pasangan yang akan menikah, dengan tujuan mempersiapkan mereka secara mental, fisik, spiritual, dan sosial untuk memasuki kehidupan berumah tangga.,
Pada acara yang digelar oleh Pemkot Cimahi melalui DP3AP2KB,dihadiri oleh Kadis DP3AP2KB Fitriana Manan, Kadis Kesehatan Kota Cimahi (mewakili), Kepala Kantor Kementrian Agama kota cimahi, Tim penyuluh dan peserta calon pengantin.Acara ini secara resmin dibuka oleh Wali Kota Cimahi Letkol Pur. Ngatiyana,bertempat di Kantor Kecamatan Cimahi Tengah Kota, sabtu 24/05/2025
Pembinaan dan penyuluhan yang dilalukan oleh Pemkot Cimahi terhadap calon pengantin bertujuan sebagai upaya mencegah stunting dan mempersiapkan generasi emas 2045.Program ini mencakup pembinaan, edukasi, dan pendampingan agar calon pengantin menjadi ibu dan bapak yang berkualitas.
Letkol Pur.Ngatiyana menyampaikan,””Salah satu program pemerintah kota cimahi yaitu mengentaskan stanting ,jadi dalam hal ini stanting itu menyeluruh jadi jgn sampai ada bayi lahir nanti kurang sehat dan stanting,itu salah satunya adalah pengawasan terhadap ibu hamil sehingga anak lahir menjadi anak yang sehat dan normal, semuanya dalam pengawasan kesehatan Pemerintah Cimahi”,
Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Pusat Kesehatan Masyarakat, Fitri Faturahmi, S.S.T., M.Gizi, menambahkan bahwa para calon pengantin juga diwajibkan mengikuti skrining anemia dan status gizi sebagai bagian dari upaya deteksi dini risiko stunting, Langkah ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat untuk memerangi stunting dari hulu, yaitu dengan mempersiapkan calon ibu dan calon ayah yang sehat dan berpengetahuan.,
“Pencegahan stunting harus dimulai sebelum kehamilan terjadi. Maka, kami menyasar edukasi dan pemeriksaan sejak dari calon pengantin,” tegas beliau.
**Bintang Bagas. P.