Tekan Angka Kelahiran dan Kepadatan Penduduk, Pemkot Cimahi Gelar Program KBKR Secara Cuma-cuma

Tekan Angka Kelahiran dan Kepadatan Penduduk, Pemkot Cimahi Gelar Program KBKR Secara Cuma-cuma

CIMAHI, Media3.id – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi menggelar kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KBKR (Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi) Wilayah Khusus Kota Cimahi Tahun 2025, yang bertempat di Aula Bima Makodim 0609/Cimahi, Jl. Gatot Subroto No. 248, Karangmekar, Cimahi Tengah, Rabu (28/8/2025).


Read More

38 Putra-Putri Terbaik Kota Cimahi Dikukuhkan sebagai Paskibraka 2025Walimatul Aqiqah Putra Pertama Anggota DPRD Fitriyani : Wali Kota Cimahi Ngatiyana Hadir, Rindu WiFi TerobatiBunda FAD Kota Cimahi Midjiati Ningsih : Permainan Tradisional Cegah Anak Terjebak Gadget


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Cimahi Ngatiyana, Perwakilan DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi Fitriani Manan, Direktur RSUD Cibabat dr. Sukwanto Gamalyono, MARS, Perwakilan Kodim 0609/Cimahi, para peserta KBKR, dan para tamu undangan lainnya.



Usai meninjau pelayanan peserta KBKR, Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya melaksanakan pembukaan kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KBKR yaitu Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi di Kota Cimahi.



Wali Kota Cimahi Ngatiyana saat memberikan sambutan

“Alhamdulillah, pada hari ini untuk pemasangan alat kontrasepsi IUD ada 50 peserta yang hadir. Mudah-mudahan ini bisa menekan terhadap kepadatan penduduk dan angka kelahiran di Kota Cimahi,” ujarnya.



Program ini, sambung Ngatiyana, sejalan dengan visi ‘Indonesia Emas 2045’ yang menekankan pentingnya memiliki keluarga kecil yang sehat dan sejahtera dengan slogan ‘Dua anak cukup’.



“Diharapkan punya putra-putri yang sehat, tidak banyak anak tapi sehat. Jadi dua anak cukup, sehingga kita dapat membatasi angka kelahiran dan mengurangi kepadatan penduduk,” ulasnya.



Program pelayanan KBKR ini dilakukan sesuai dengan program pemerintah pusat.



“Cukup dua anak saja, yang penting bahagia dan sejahtera dalam hidup,” kata Ngatiyana.



Menurut Ngatiyana, program KBKR menyasar 10 wilayah kabupaten/kota di Jawa Barat.



“Dan Kota Cimahi termasuk wilayah terpilih yang menjadi sasaran untuk pelaksanaan kegiatan,” imbuhnya.



Dengan adanya program ini, respon masyarakat sangat antusias, terutama karena pelayanan KB ini diberikan secara gratis.



“Kegiatan kolaborasi dengan Kodim 0609 ini menarik banyak peminat, apalagi diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang ingin memasang IUD untuk mengikuti KBKR,” terang Ngatiyana.




Lebih lanjut ia memaparkan, untuk pelayanan KB saat ini hanya melayani pemasangan IUD. Untuk pelayanan KB lainnya dapat diakses di Puskesmas dan Rumah Sakit.



“Sebetulnya pelayanan KB ini ada beberapa macam, tetapi untuk hari ini hanya IUD saja. Untuk pelayanan KB lainnya kami sediakan juga, boleh ke Puskesmas atau Rumah Sakit juga ada. Terbuka untuk masyarakat dalam rangka peningkatan Keluarga Berencana bagi masyarakat khususnya Kota Cimahi,” jelasnya.



Bagi masyarakat Cimahi yang ingin berpartisipasi, lanjut Ngatiyana, disarankan memiliki setidaknya dua anak.



Dengan adanya program KBKR ini, Ngatiyana berharap program ini dapat membantu mengendalikan kepadatan penduduk di Kota Cimahi yang dikenal sebagai salah satu yang terpadat di Jawa Barat.



“Bagi masyarakat Kota Cimahi yang sudah memiliki anak satu, dua, atau tiga, ayo ikuti program KB ini, demi mewujudkan keluarga yang bahagia dan sejahtera,” ungkapnya.



Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi Fitriani Manan

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kota Cimahi Fitriani Manan yang biasa disapa Fitri ini, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KBKR Wilayah Khusus Kota Cimahi Tahun 2025 dilaksanakan berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.



“Dan berdasarkan surat dari Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat Nomor B815/KB.08/B10/2025 perihal pelaksanaan kegiatan Intensifikasi dan Integrasi Pelayanan KBKR di Wilayah Khusus,” ucapnya.



Kegiatan ini, sambung Fitri, bertujuan untuk meningkatkan sinergitas peran Pemerintah Daerah Kota Cimahi dengan mitra kerja dalam meningkatkan kesertaan KBKR


dan penurunan angka kelahiran di Kota Cimahi, sebagai salah satu upaya pengendalian penduduk demi mewujudkan penduduk tumbuh seimbang.



Ia juga menyebutkan anggaran pelaksanaan kegiatan ini berasal dari BKKBN Provinsi Jawa Barat, Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) dan dari APBD DP3AP2KB Kota Cimahi anggaran tahun 2025, serta dari Bank Bjb Kota Cimahi.



Lebih jauh Fitri memaparkan bahwa pelaksanaan kegiatan ini berupa


pemaparan materi terkait KBKR.



“Dengan narasumber berasal dari DP3AKB Provinsi Jawa Barat, kemudian simbolisasi penyerahan IUD Kit pada mitra kerja Faskes pemberi pelayanan IUD, kemudian paparan materi terkait strategi peningkatan capaian KB MKJP (Keluarga Berencana Metode Kontrasepsi Jangka Panjang) dengan narasumber dari Kodim, dan pelayanan KBKR IUD oleh tenaga kesehatan mitra kerja FKTP Klinik Siliwangi, serta visitasi pelayanan KBKR IUD bersama pemerintah,” ungkapnya.



Hasil yang diharapkan dengan adanya program ini yaitu meningkatnya cakupan kesertaan KB modern terutama KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang.



“Meningkatnya pemanfaatan dan kajian geografis operasional untuk peningkatan pelayanan KB di Kota Cimahi, meningkatnya peran mitra kerja dalam penyelenggaraan pelayanan KBKR, dan peserta dapat berperan aktif dalam penyebaran informasi kepada masyarakat Kota Cimahi terkait pentingnya merencanakan kehamilan melalui penggunaan KB MKJP sebagai upaya pengurangan penduduk dengan adanya program KB MKJP gratis yang terdiri dari IUD, Implan, MOW, dan MOP di Kota Cimahi melalui DP3AP2KB,” tutup Fitri.


(Sinta)