Capai Akademik Melalui TKA adalah Penguatan Mutu Pendidikan Sekolah Cimahi

Capai Akademik Melalui TKA adalah Penguatan Mutu Pendidikan Sekolah Cimahi

KOMPAS86ID.COM


CIMAHI –  Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SMP Kota Cimahi digelar untuk mengukur capaian akademik siswa secara objektif, serta mendukung pemetaan mutu pendidikan nasional, sekaligus menjadikan dasar evaluasi kebijakan pendidikan.


Untuk mencakupnya ada dua mata pelajaran utama, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika.


Pemerintah Kota Cimahi melalui dinas pendidikan menjadikan TKA menjadi hal penting untuk dilakukan  sebagai bagian dari siklus evaluasi pendidikan.



Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudhistira, menegaskan bahwa hasil TKA akan digunakan untuk memetakan kualitas pembelajaran di setiap sekolah.


Dalam peninjauannya ke sejumlah sekolah, yakni SMPN 1, 6, 2, dan 3, Adhitia menjelaskan bahwa TKA memberikan gambaran menyeluruh terkait capaian siswa, khususnya pada aspek numerasi dan literasi.


Menurutnya, data hasil TKA nantinya akan menjadi dasar evaluasi bagi masing-masing sekolah. Dengan demikian, dapat diketahui secara spesifik kelemahan maupun keunggulan setiap satuan pendidikan.


“Dari hasil ini akan terlihat sekolah mana yang perlu penguatan di bidang numerasi atau literasi,” ujarnya saat ditemui di SMPN 1 Cimahi.


Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan ujian kelulusan seperti Ujian Nasional (UN). Namun, penting untuk dipahami, bila TKA memiliki peran strategis yang dirancang untuk mengukur capaian akademik siswa.


TKA merupkan salah satu indikator seleksi menuju jenjang pendidikan berikutnya (misalnya SMP, SMA, atau bahkan perguruan tinggi). Sekaligus sebagai bagian dari penyetaraan antar jalur pendidikan, agar hasil belajar siswa dari sekolah berbeda bisa dibandingkan secara adil. 


Baca Juga:

DPRD Cimahi Gelar Rancangan Perda Penataan Hukum Nasional


Hasil TKA diharapkan dapat memberi gambaran yang lebih objektif, sehingga bisa dijadikan dasar seleksi masuk pendidikan berikutnya (misalnya SMP, SMA, atau bahkan perguruan tinggi), pertimbangan beasiswa, hingga bahan evaluasi kualitas pembelajaran secara nasional. (One)