Daftar Online PPDB SMA Bikin Bingung Saat Sistem Error, Orangtua Siswa di Cimahi Datangi Sekolah

Daftar Online PPDB SMA Bikin Bingung Saat Sistem Error, Orangtua Siswa di Cimahi Datangi Sekolah

Sejumlah orangtua masih kebingungan cara pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA/SMK tahun 2024 secara online. Mereka berdatangan ke sekolah yang diminati untuk mendapat kejelasan informasi, terlebih sistem sempat error pada hari pertama pelaksanaan PPDB. Berdasarkan pantauan di SMKN 2 Cimahi, Jalan Kamarung, Selasa, 4 Juni 2024, banyak orangtua berkonsultasi dengan sekolah untuk mendaftarkan calon siswa didik baru. Etty Suryati (55) adalah salah satu wali siswa yang mendatangi sekolah. Dia hendak mendaftarkan keponakannya di SMK tersebut. "Kemarin sistem error jadi enggak bisa, tadi pagi coba daftar lewat online dan dinyatakan berhasil. Namun, saya masih bingung berhasilnya seperti apa. Sekolah asal menyuruh untuk tanya langsung ke sekolah yang dituju, jadi saya datang ke sini," ujarnya. Ilustrasi error atau kesalahan input data. Banyak persyaratan Menurut dia, PPDB tahun 2024 cukup membingungkan. Termasuk, banyaknya persyaratan yang harus disiapkan untuk mendaftar sesuai jalur yang dipilih. "Setelah di sekolah ini baru dikasih tau cara-cara daftarnya yang benar. Memang beda, ya, dulu waktu ngurus anak saya, dan sekarang ngurus keponakan. Kalau dulu hanya zonasi saja perhitungkan jarak rumah dekat pakai garis lintang, kan, sekarang untuk zonasi saja banyak aturan seperti harus 1 KK dengan orangtua atau wali, dan macam-macam lainnya. Kalau untuk syarat umum seperti surat kelakuan baik sudah ada," ucapnya. Dia pun merasa terbantu dengan layanan dari SMKN 2 Cimahi. "Makanya saya bingung sehingga datang ke sekolah. Alhamdulillah dibantu untuk mendaftar," katanya. Banyak yang ingin daftar manual Wakil Kepala SMKN 2 Cimahi Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua PPDB SMKN 2 Cimahi, Wisnu Ramdhani, mengatakan bahwa pada hari pertama PPDB, banyak orangtua yang ingin mendaftar secara manual. Namun, menurut ketentuan Disdik Jabar, PPDB 2024 harus dilakukan online. "Karena sistem error, jadi orangtua berbondong-bondong ke sini. Kami sampaikan memang sistemnya di take down dulu. Hari ke-2 ini, sejak pagi dicek, alhamdulillah sudah bisa diakses, sehingga kekhawatiran orangtua sudah bisa teratasi dan terakomodasi untuk mendaftar," tuturnya. Agar PPDB berjalan lancar, pihaknya menyiapkan sejumlah fasilitas layanan untuk masyarakat. "Kami menyiapkan bantuan untuk masyarakat yang masih kebingungan cara mendaftar PPDB. Ada ruangan khusus yang disiapkan berikut SDM-nya, mulai dari layanan informasi dan konsultasi, tim kesekertariatan, layanan pengaduan, juga ada layanan oerator yang bisa membantu pendaftaran secara online. Diharapkan masyarakat bisa mengikuti proses PPDB dengan lancar dan anak-anaknya bisa masuk ke sekolah yang diminati," tuturnya. Kehebohan di SMKN 1 Cimahi Kondisi serupa terjadi di SMKN 1 Cimahi. Orangtua peserta didik berdatangan untuk konsultasi PPDB. "Khawatir takut enggak bisa daftar karena sistem error, akhirnya datang ke sekolah. Alhamdulillah langsung dibantu mendaftar, padahal semula mau konsultasi," kata Mahfudin. Reva, orangtua siswa, juga mengeluhkan hal yang sama. Orangtua akhirnya berdatangan ke sekolah karena kesulitan mengakses website pendaftaran. "Menurut saya seperti yang kurang siap, ribet juga akhirnya harus datang ke sekolah yang diminati. Padahal katanya harus online tapi sistem enggak bisa dibuka," ucapnya. Panitia PPDB SMKN 1 Cimahi, Erwin, membenarkan hari pertama pelaksanaan PPDB Senin, 3 Juni 2024 website PPDB tak bisa diakses. "Betul, dari kemarin banyak orangtua datang menanyakan informasi pendaftaran, memang web PPDB down karena semua mengakses. Sama sekali tidak ada yang bisa mendaftar," katanya. Dalam sehari, sekitar 200 orangtua calon peserta didik SMKN 1 Cimahi datang berkonsultasi. "Ada juga yang datang ke sini, karena terkendala jaringan perangkat. Orangtua menyiapkan segala kebutuhan administrasi untuk pendaftaran, sehingga kami fasilitasi layanan pendaftaran. Ada yang tidak bisa daftar online karena tidak ada jaringan internet, perangkat kurang memadai, dan lainnya," katanya. Pada tahun 2023, PPDB SMKN 1 Cimahi menerima 680-an siswa dibagi ke dalam 21 rombongan belajar. "Untuk tahun ini, akan diterima kuota siswa sekitar 800 orang dibagi menjadi 24 rombel," tuturnya.***

https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-018171486/daftar-online-ppdb-sma-bikin-bingung-saat-sistem-error-orangtua-siswa-di-cimahi-datangi-sekolah?page=all