Dinas Pendidikan Kota Cimahi kembali menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur
Dinas Pendidikan Kota Cimahi kembali menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur
CIMAHI – Dinas Pendidikan Kota Cimahi kembali menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur sekolah dasar sebagai bagian dari upaya menjaga mutu layanan pendidikan. Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana Bidang Pembinaan SD, Sofwan Kurniawan, menyebutkan bahwa sebanyak 80 hingga 90 sekolah dasar di Kota Cimahi membutuhkan perhatian serius terkait kondisi bangunan dan fasilitas pendukung pembelajaran. “Sekolah yang dalam tahap perhatian Pemerintah Kota Cimahi, khususnya
Dinas Pendidikan, itu sekitar 80 sampai 90 sekolah,” jelas Sofwan. Menurutnya,
dari puluhan sekolah tersebut, beberapa lokasi telah ditetapkan sebagai
prioritas karena tingkat kerusakannya dinilai paling mendesak. Kompleks SD
Cibeber 1 hingga 4 menjadi salah satu yang paling membutuhkan
penanganan segera, sedangkan sekolah besar seperti SDN Cipageran Mandiri
1 memerlukan renovasi menyeluruh agar proses belajar mengajar dapat
berlangsung optimal.
Selain perbaikan fisik, Sofwan menyoroti aspek tata letak dan lokasi sekolah.
SDN Pambudi Darma, misalnya, direncanakan untuk direlokasi karena posisinya
yang terlalu dekat dengan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)
Santiong, sehingga dikhawatirkan mengganggu kenyamanan dan kualitas
lingkungan belajar siswa.
Ia juga menekankan keterbatasan anggaran daerah sebagai tantangan
utama dalam perbaikan infrastruktur. “Strategi kami, dengan adanya program
revitalisasi dari Kementerian Pendidikan, ini menjadi peluang yang sangat baik
untuk mengusulkan sekolah-sekolah yang memang wajib diperbaiki dengan
menggunakan anggaran APBN,” ujar Sofwan.
Upaya lain yang dilakukan Dinas Pendidikan adalah mengajukan proposal
bantuan melalui berbagai skema pendanaan, termasuk program revitalisasi
sekolah dari pemerintah pusat, sekaligus memaksimalkan alokasi Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Langkah ini diharapkan dapat
menjawab kebutuhan mendesak dan memastikan perbaikan infrastruktur
berjalan berkelanjutan.
“Yang paling mendesak itu kompleks SD Cibeber 1 sampai 4, kemudian sekolah
besar seperti SDN Cipageran Mandiri 1 yang bangunannya sudah harus
direnovasi secara menyeluruh,” tambah Sofwan, menekankan bahwa prioritas
perbaikan ditentukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan dan kebutuhan
belajar siswa.
Dinas Pendidikan Kota Cimahi menegaskan komitmennya untuk terus
memantau, menata, dan meningkatkan sarana-prasarana sekolah dasar,
sehingga setiap siswa mendapatkan layanan pendidikan yang layak, aman,
dan mendukung proses belajar yang optimal. (Dip)