Disdik Pastikan Bangunan SMPN 11 Kota Cimahi yang Terdampak Gempa Garut Bakal Diperbaiki Juni 2024
Disdik Pastikan Bangunan SMPN 11 Kota Cimahi yang Terdampak Gempa Garut Bakal Diperbaiki Juni 2024
INILAHKORAN, Cimahi - Disdik Kota Cimahi memastikan perbaikan salah satu ruangan di SMPN 11 Kota Cimahi yang rusak akibat terdampak Gempa Garut bermagnitudo 6,5 beberapa waktu lalu bakal dilakukan Juni 2024 mendatang.
Seperti diketahui, bencana Gempa Garut tersebut juga dirasakan di sejumlah wilayah di Jabar. Termasuk di Kota Cimahi dan mengakibatkan bagian plafon atap ruangan kelas VII SMPN 11 Kota Cimahi ambrol hingga materialnya berserakan di dalam kelas.
"Pemkot Cimahi akan menggelontorkan anggaran sebesar Rp196 juta untuk perbaikan ruangan kelas di SMPN 11 Kota Cimahi akibat terdampak Gempa Garut," kata Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Bidang SMP Disdik Kota Cimahi Sofwan Kurniawan kepada wartawan.Kendati pengerjaan ruangan yang rusak tersebut kemungkinan dilakukan bulan Juni, namun pihaknya bakal memaksimalkan pelaksanaan perbaikan ruangan tersebut.
"Untuk biaya perbaikannya berdasarkan penghitungan Dinas PUPR yaitu Rp196 juta," ujarnya.Sofwan menerangkan, besaran anggaran tersebut tidak hanya untuk memperbaiki plafon atap saja, namun ada beberapa bagian ruangan kelas yang juga harus segera dilakukan perbaikan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Cimahi, lantai ruangan kelas tersebut mengalami retak-retak karena terdampak juga guncangan gempa. Jadi biaya perbaikan sebesar Rp196 juta itu termasuk untuk penguatan struktur, perbaikan lantai, dan (plafon atap) yang rusak," paparnya.
Sofwan menyebut, struktur bangunan ruangan kelas tersebut memang harus lebih diperkuat untuk antisipasi jangka panjang agar ketika kembali terjadi gempa tidak sampai mengalami kerusakan lagi.
"Kalau enggak dikuatkan struktur, khawatir ketika terjadi gempa yang lebih besar akan berakibat fatal," sebutnya.Selama dilakukan perbaikan, tambah Sofwan, ruangan kelas tersebut tidak akan digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)."Jadi untuk proses pelaksanaan belajar dipindahkan sementara ke ruang perpustakaan," pungkasnya. (agus satia negara)