Lestarikan Bahasa Daerah Lewat Festival Tunas Bahasa Ibu
Lestarikan Bahasa Daerah Lewat Festival Tunas Bahasa Ibu
Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Sekolah Dasar Kota Cimahi tahun 2024 digelar untuk melestarikan bahasa, sastra, aksara dan seni Sunda di jenjang pendidikan dasar. Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar, Ana Julia, menyatakan bahwa tujuan utama penyelenggaraan FTBI adalah untuk mendukung revitalisasi bahasa daerah yang merupakan bagian penting dari Program Merdeka Belajar. "Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sikap, karakter, pengetahuan, serta wawasan generasi muda terhadap bahasa daerah, dan menjaga kelestarian bahasa, sastra, aksara, serta seni Sunda di kalangan generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar," kata Ana saat acara berlangsung di SDN Padasuka Mandiri 4 Cimahi, Selasa (10/9/2024). Ana juga menjelaskan bahwa kegiatan ini sebelumnya dikenal sebagai Pasanggiri Bahasa Sunda dan kini berubah menjadi Festival Tunas Bahasa Ibu. "Festival ini diikuti oleh 568 siswa kelas 3 hingga 6 dari seluruh Kota Cimahi. Ada tujuh mata lomba yang dipertandingkan, dan kami berharap prestasi tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya," tambahnya. Adapun lomba-lomba yang dipertandingkan dalam FTBI meliputi: 1) Ngadongeng, 2) Biantara, 3) Maca Sajak, 4) Maca jeung Nulis Aksara Sunda, 5) Ngarang Carita Pondok, 6) Nembang Pupuh, dan 7) Bodor Sorangan. Dewan juri yang terlibat dalam festival ini berasal dari dalam dan luar Kota Cimahi, di antaranya MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Basa Sunda dan MGMP Seni Budaya SMP Kota Cimahi, MGMP Basa Sunda Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat, ISBI (Institut Seni Budaya Indonesia) Bandung, serta praktisi dan seniman.
sumber: https://rri.co.id/daerah/966534/lestarikan-bahasa-daerah-lewat-festival-tunas-bahasa-ibu