Pj Wali Kota Cimahi Minta Siswa Jangan Terjebak Aplikasi Judol dan Pinjol
Pj Wali Kota Cimahi Minta Siswa Jangan Terjebak Aplikasi Judol dan Pinjol
Sebanyak 540 siswa baru dari kelas 7 mengikuti sosialisasi gerakan simpanan pelajar dalam rangkaian hari menabung Indonesia, di lapang SMPN 1 Cimahi, Kamis 18 Juni 2024). Gerakan Simpanan Pelajar ini diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat.
Dalam sosialisasi tersebut, para siswa diberi pemahaman agar tidak terjebak aplikasi-aplikasi yang menawarkan kemudahan dan keuntungan dengan cepat. Penjabat (Pj) Wali Kota Cimahi Dicky Saromi menuturkan, gerakan simpanan pelajar merupakan bagian dari rangkaian memperingati Hari Indonesia Menabung yang merupakan amanat Keputusan Presiden Nomor 26 tahun 2019 tentang hari indonesia menabung yang bertujuan tercapainya inklusi keuangan dan penanaman budaya menabung sejak dini bagi para pelajar dan mahasiswa.
“Hari ini telah dilakukan sosialisasi edukasi satu rekening satu pelajar, maka MPLS ini akan lebih berguna dan bermanfaat karena pelajar jadi mengetahui bahwa mereka bersekolah di SMPN 1 Cimahi diberikan akses untuk memperoleh rekening tabungan dengan syarat yang mudah, tidak hanya dalam membuka rekening saja yang tetapi dengan ini mereka nanti juga dibiasakan agar hidup lebih hemat bersyukur atas apa yang diperoleh dan rajin menabung untuk masa depan” ujar Dicky.
Menurut Dicky, para siswa akan dibekali pengetahuan literasi keuangan agar bijak dalam penggunaan keuangan dan juga mengenali produk-produk jasa keuangan, jangan sampai terjebak oleh aplikasi-aplikasi yang menawarkan kemudahan dan keuntungan dengan cepat seperti pinjaman online, judi online, bahkan game online.
“Adik-adik adalah generasi emas yang akan menentukan nasib bangsa, salah satu keterampilan yang harus dikuasai adalah pengelolaan keuangan. mengelola keuangan saat ini artinya merencanakan perekonomian dan merencanakan masa depan yang lebih baik” pesan Dicky
Sementara itu Direktur OJK Jawa Barat Aulia Fadly menjelaskan, dalam upaya membentuk karakter menabung sejak dini, OJK telah menginisiasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Kita tentu berharap, melalui program KEJAR, setiap pelajar di Indonesia akan memiliki rekening tabungan pada perbankan sebagai lembaga jasa keuangan formal dan dibiasakan untuk menyisihkan uang dengan cara menabung.
“OJK kerjasama dengan pihak sekolah dan dinas pendidikan untuk menyelenggarakan pemilihan Duta Literasi keuangan, harapannya sebagai siswa literasi keuangan bisa memberikan pengetahuan tentang pengelolaan keuangan yang baik dan benar ke teman-teman lingkungan sekitarnya, sehingga kedepannya mereka nanti bisa mengelola keuangannya dengan baik dan terhindar dari unsur-unsur yang merugikan setelah lulus sekolah” jelasnya.
Hal senada dikatakan Kepala Sekolah SPMN 1 Cimahi Sri Mulyaningsih. Menurutnya, sejak tahun 2022 sekolahnya telah berkerjasama dengan bjb dalam melatih anak-anak dalam hal management keuangan, untuk menabung dengan menyisakan uang jajannya.
https://galamedia.pikiran-rakyat.com/news/pr-358341888/pj-wali-kota-cimahi-minta-siswa-jangan-terjebak-aplikasi-judol-dan-pinjol