Sekolah Cimahi Mendunia, Adhitia Yudistira Dorong Kolaborasi Pendidikan Indonesia–Malaysia

Sekolah Cimahi Mendunia, Adhitia Yudistira Dorong Kolaborasi Pendidikan Indonesia–Malaysia

Tribunpandawa.id,  CIMAHI  –  Semangat kolaborasi pendidikan lintas negara terasa di SMP IT Nur Al Rahman Kota Cimahi, Rabu (29/7/2026), saat rombongan kepala sekolah dari Malaysia melaksanakan kunjungan belajar (lesson study) yang difasilitasi Dinas Pendidikan Kota Cimahi. 

Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudistira.


Kunjungan ini menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan di Kota Cimahi mulai mendapat perhatian di tingkat internasional. 


Yayasan Nur Al Rahman dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai memiliki berbagai inovasi dalam proses pendidikan, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.

Dalam wawancara dengan awak media, Adhitia Yudistira mengungkapkan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Yayasan Nur Al Rahman sebagai tujuan studi banding para kepala sekolah dari Malaysia.


"Hari ini kami bersama Dinas Pendidikan Kota Cimahi menghadiri undangan Yayasan Nur Al Rahman dalam rangka menyambut saudara-saudara kita dari Malaysia yang melakukan kunjungan belajar. 


"Mereka memilih SD, SMP, dan SMA Nur Al Rahman sebagai tempat belajar mengenai sistem pendidikan yang diterapkan di sini. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Cimahi," ujarnya.


Menurut Adhitia, kehadiran rombongan dari Malaysia membuktikan bahwa kualitas pendidikan di Cimahi mampu menjadi contoh, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga mulai diakui di tingkat internasional.


"Saya berharap sekolah-sekolah lain di Kota Cimahi juga bisa menjadi role model. Bukan hanya menjadi rujukan di Indonesia, tetapi juga di tingkat internasional," katanya.


Ia menegaskan, esensi dari kunjungan tersebut bukan sekadar saling berkunjung, melainkan membangun kerja sama yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan kedua negara.


"Yang paling penting bukan kunjungannya atau kunjungan balasannya, tetapi bagaimana ada tindak lanjut kerja sama yang berdampak nyata bagi pengembangan pendidikan, khususnya di Kota Cimahi," tegasnya.


Adhitia juga menilai pendidikan harus terus berkembang melalui inovasi dan improvisasi. 




Menurutnya, proses belajar tidak cukup hanya berfokus pada penyelesaian kurikulum, tetapi juga harus menghadirkan metode pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman.


Ia mencontohkan berbagai program yang diterapkan Yayasan Nur Al Rahman, seperti pembelajaran berenang, memanah, dan berkuda yang mengadopsi sunnah Rasulullah SAW. 


Menurutnya, kegiatan tersebut mampu melatih kemampuan motorik, sensorik, konsentrasi, hingga pembentukan karakter peserta didik.


"Kalau pendidikan ingin berkelanjutan, maka harus terus berimprovisasi. 


"Apa yang dilakukan Nur Al Rahman menjadi contoh bahwa pendidikan bisa dikembangkan melalui berbagai aktivitas yang memberikan nilai positif bagi perkembangan anak," jelasnya.


Lebih lanjut, Adhitia menegaskan bahwa kekuatan utama Kota Cimahi terletak pada kualitas sumber daya manusianya.


"Kota Cimahi tidak memiliki sumber daya alam yang melimpah. Modal utama kita adalah sumber daya manusia. Karena itu, pendidikan harus menjadi investasi utama melalui social engineering agar masyarakat Cimahi semakin maju dan berdaya saing," pungkasnya.


Melalui kunjungan belajar ini, Pemerintah Kota Cimahi berharap hubungan pendidikan antara Indonesia dan Malaysia semakin erat serta membuka peluang lahirnya berbagai program kolaborasi yang mampu meningkatkan mutu pendidikan di kedua negara.