Wali Kota Cimahi Tegaskan, Pembangunan SMPN 14 Harus Tepat Spek

Wali Kota Cimahi Tegaskan, Pembangunan SMPN 14 Harus Tepat Spek

Kota Cimahi, tujuhmenit.com -Pembangunan gedung baru SMP Negeri 14 Cimahi resmi memasuki tahap konstruksi setelah Wali Kota Ngatiyana melakukan peletakan batu pertama di lokasi proyek, Jalan H. Usman Domiri, Kelurahan Padasuka, Kamis (3/9/2026). Di balik proses yang menyimpan sejumlah catatan administratif, satu pesan menjadi penekanan tegas, kualitas dan kesesuaian spesifikasi harus dijaga, siapa pun pelaksananya.


Proyek yang dibiayai APBD Kota Cimahi 2026 ini bernilai kontrak Rp4.281.533.637,00 dan dimenangkan oleh CV. Naga Mas Jaya. Perencanaan pembangunan berupa gedung dua lantai dengan 10 ruang kelas, masa pelaksanaan berjalan dari 27 Juli hingga 31 Desember 2026.


Ngatiyana menegaskan proyek ini adalah upaya nyata memperluas akses pendidikan sekaligus mengatasi keterbatasan daya tampung sekolah di wilayah tersebut. Meski harus menerapkan efisiensi anggaran, ia memberi batasan tegas, penghematan tidak boleh mengorbankan kualitas konstruksi.




“Siapa pun kontraktornya, siapa pun pengelolanya, saya minta kualitas terjaga dan harus sesuai spesifikasi. Sekali dibangun, harus tahan untuk jangka panjang,” ujar Ngatiyana di lokasi.


Pemerintah daerah juga menyambut baik pendampingan dari Kejaksaan Negeri Cimahi selama proses pembangunan berlangsung. Keterlibatan pihak kejaksaan diharapkan menjamin transparansi dan mencegah persoalan hukum yang dapat menghambat pelaksanaan.


“Kita awasi bersama. Jika ada hal yang perlu diperbaiki, kita koreksi sejak dini. Selama ada keterbukaan, insyaallah proyek ini berjalan lancar,” tambahnya.


Penekanan pada kualitas ini muncul beriringan dengan catatan proses pengadaan yang sebelumnya sempat menjadi sorotan.


Dimana mekanisme pemilihan penyedia melalui metode Mini Kompetisi E-Katalog mengikuti Kepka LKPP Nomor 93 Tahun 2025, di mana 10 peserta ikut bersaing. CV Naga Mas Jaya yang berada di peringkat ketujuh dengan nilai evaluasi 88,05 persen justru ditetapkan sebagai pemenang, setelah enam peserta dengan penawaran harga lebih rendah dinyatakan gugur pada tahap evaluasi administrasi maupun teknis, namun Disdik Cimahi tidak memberikan informasi siapa-siapa saja 6 perusahaan diatasnya.


Baca Juga  Samsat Cimahi Rutin Gelar Polantas Menyapa dengan Berikan Pelayanan Registrasi dan Identifikasi Ranmor

Tidak hanya proses lelang, tahap perencanaan teknis atau Detail Engineering Design juga mengalami penyesuaian yang cukup signifikan. Data portal LPSE menunjukkan pagu anggaran perencanaan awal sebesar Rp541.120.000,00, lalu HPS ditetapkan Rp99.986.025,00 — efisiensi mencapai 81,52 persen.


Dinas Pendidikan menjelaskan penurunan ini berkaitan dengan perubahan desain gedung yang semula direncanakan tiga lantai menjadi dua lantai, serta pemanfaatan dokumen Reviu DED yang sudah tersedia sejak tahun anggaran 2025.


Akibat penyesuaian tersebut, gedung yang kini dibangun hanya mencakup dua lantai. Meski begitu, Wali Kota membuka peluang penambahan lantai ketiga pada tahun anggaran 2027, yang dapat diupayakan melalui bantuan pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat.


Namun untuk saat ini, prioritas utama adalah memastikan gedung yang sedang dibangun selesai kokoh, aman, dan sesuai rencana teknis yang telah disepakati.


Pengawasan berjalan berkelanjutan, dengan melibatkan Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara serta Pengamanan Pembangunan Strategis Kejaksaan Negeri Cimahi. Keterlibatan unsur pengawasan ini menjadi bagian dari upaya memastikan setiap tahapan pembangunan patuh pada ketentuan yang berlaku.


Masyarakat kini menanti realisasi gedung baru tersebut. Ke depannya, publik akan terus memantau kualitas bangunan, ketepatan waktu penyelesaian, serta kepatuhan terhadap seluruh prosedur yang telah disepakati.


Harapannya, SMPN 14 Cimahi dapat menjadi fasilitas pendidikan yang tidak hanya representatif dan aman, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan belajar ratusan siswa di wilayah Kelurahan Padasuka dan sekitarnya. (eri)