Wali Kota Cimahi Wanti-wanti SPMB 2026 Bebas Titip-Menitip: Jangan Ada yang Bermain-main!

Wali Kota Cimahi Wanti-wanti SPMB 2026 Bebas Titip-Menitip: Jangan Ada yang Bermain-main!

Cimahi, BewaraMedia – Upaya konkret menutup celah kecurangan dalam penerimaan siswa baru ditunjukkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi. Bersama jajaran Forkopimda, Pemkot mengesahkan penandatanganan Komitmen Bersama dalam penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Ballroom Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, Selasa (5/5/2026).


Langkah tegas ini diambil bertepatan dengan agenda Kick Off SPMB demi memastikan proses seleksi berjalan bersih, transparan, dan bebas dari praktik titip-menitip yang kerap merugikan masyarakat luas.


banner 970x90

Wali Kota Cimahi Ngatiyana memberikan peringatan keras kepada semua pihak luar maupun internal yang terlibat dalam kepanitiaan untuk mematuhi regulasi yang ada.


“Semua diberikan keleluasan kepada masyarakat untuk mendaftarkan putra-putrinya sekolah di wilayah masing-masing yang telah diatur melalui domisili, afirmasi, termasuk prestasi dan lintas batasan. Itu kita gunakan sehingga nanti hasil penerimaannya transparan, dan tahun ini kita komitmen menandatangani kerjasama antara Forkopimda dalam SPMB agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Ngatiyana.


Secara terbuka, Ngatiyana menekankan integritas sistem demi kenyamanan para orang tua murid. “Jangan ada yang bermain-main di sini, SPMB kita tegakkan untuk kemudahan masyarakat dalam menyekolahkan putra-putrinya,” cetusnya.


Seperti periode sebelumnya, SPMB tahun ini menyediakan empat jalur masuk utama, yakni domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi. Sistem pembagian ini mengedepankan asas keadilan agar seluruh anak mendapatkan hak belajar yang setara.


“Demi menjamin penyerapan calon peserta didik yang merata tanpa terkecuali, SPMB diselenggarakan dengan berpegang teguh pada prinsip obyektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan bagi setiap anak untuk mendapatkan haknya dalam menuntaskan pendidikan, terutama di jenjang sekolah dasar dan menengah,” jelasnya.




Dari segi kesiapan infrastruktur, kuota daya tampung dipastikan mencukupi kebutuhan riil populasi anak usia sekolah. Untuk jenjang SD disiapkan kuota sebanyak 9.742 siswa (estimasi pendaftar 9.740 anak). Sementara tingkat SMP daya tampungnya melimpah hingga 11.284 kursi (estimasi pendaftar 10.523 anak).


“Dari total daya tampung ini, diperkirakan calon murid baru baik dari dalam kota maupun luar kota mencapai 9.740 siswa. Adapun dari jenjang SMP dan sederajat, daya tampungnya mencapai 11.284 siswa, dengan estimasi calon murid baru dari dalam dan luar kota sebanyak 10.523 siswa,” papar Ngatiyana.


Terkait seleksi ke jenjang SMP, ada dua poin penilaian yang wajib diperhatikan peserta, yaitu akumulasi nilai rapor serta hasil Tes Kemampuan Akhir.


Bagi keluarga kurang mampu, Ngatiyana berpesan agar tidak memaksakan diri masuk negeri jika kuota penuh, sebab sekolah swasta pun akan mendapat subsidi biaya dari Pemkot lewat skema DTSEN.


“Pemerintah Kota Cimahi juga akan memerhatikan bagi masyarakat yang kurang mampu, membantu masyarakat kurang mampu untuk SPP-nya di sekolah swasta, sesuai dengan kemampuan dan tercatat oleh DTSEN ataupun di Dinas Sosial maupun Kementerian Sosial. Ini tetap kita lakukan bagaimana anak-anak kita bebas sekolah dan dibantu oleh Pemerintah,” tutupnya. (VRM)


 Post Views: 567