Kebutuhan Gas Melon Warga Cimahi Sepanjang Ramadhan Dipastikan Aman
Kebutuhan Gas Melon Warga Cimahi Sepanjang Ramadhan Dipastikan Aman
Dinas Perdagangan Koperasi dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi memastikan ketersediaan gas liquefied petroleum gas (LPG) atau gas LPG 3 KG atau gas melon untuk kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah terpenuhi. Bulan Ramadhan kerap terjadi peningkatan konsumsi masyarakat, sehingga berimbas pada kenaikan permintaan gas melon di lapangan. Seperti diungkapkan Neni (50), warga Cigugur Tengah. "Saya pakai gas 3 kg itu 10 hari-2 Minggu lah. Biasanya kalau Ramadhan jadi rajin masak, agak cepat habis bisa 7 harian," ujarnya, Dia mendapat gas melon di warung eceran seharga Rp 22.000-23.000/tabung. "Harga masih segitu, belum naik lagi. Wajar di eceran lebih mahal, soalnya kalau beli ke pangkalan kadang tidak kebagian juga harus antre. Cari yang cepat dan dekat rumah saja. Sejauh ini sih tidak susah, masih ada kalau butuh," katanya. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi Indra Bagjana mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Hiswana Migas untuk memastikan kebutuhan masyarakat. "Kalau stok atau ketersediaan gas elpiji 3 kg kami pastikan cukup selama bulan Ramadhan, bahkan sampai lebaran. Untuk kebutuhan warga Cimahi kami terus koordinasi dengan Hiswana Migas," katanya. Pada tahun 2024, kuota gas LPG 3 KG untuk Kota Cimahi mencapai 19.557 Mton, naik dari kuota tahun 2023 sejumlah 18.116 Mton. Jika dikonversikan, jatah gas bersubsidi yang didapat Kota Cimahi sebanyak 6.525.660 tabung sepanjang tahun 2024. Baca Juga: Bolehkan Sikat Gigi Pakai Odol Saat Puasa? Jumlah tersebut mengalami kenaikan dibandingkan 2023 sebanyak 6.038.667 tabung. Begitupun jumlah setiap bulannya yang mengalami kenaikan dari 502.222 tabung di tahun 2023 menjadi sebanyak 543.805 tabung di tahun 2024 setiap bulannya. "Memang ada kenaikan kuota gas elpiji 3 kg di tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi masyarakat tidak usah khawatir karena stoknya aman," ucapnya. Pihaknya memastikan jumlah gas bersubsidi yang disiapkan sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Cimahi. Apabila ada kekurangan, pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan Hiswana Migas. "Sejauh ini Alhamdulillah belum ada laporan kelangkaan dari wilayah. Dan jangan sampai ada, karena kuota juga sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tuturnya. Indra menegaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) gas LPG 3 kilogram mengacu Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Wali Kota Nomor:542/Kep.96-Diskopindagtan/III/2015/2015 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Elpiji Tabung Ukuran 3 Kilogram, dimana HET di tingkat agen adalah Rp 14.750 per tabung. Sedangkan harga di pangkalan Rp 16.600 per tabung. "Kalau HET gas 3 kilogram belum ada perubahan, masih mengacu aturan berlaku. Adapun fluktuasi harga di pasaran juga sulit dikendalikan, namun kami imbau untuk pedagang atau pengecer tidak menjual di atas HET," katanya. Selain itu, pihaknya menekankan peruntukan gas melon mengacu pada Peraturan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 21 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG Tabung 3 Kilogram, dimana gas bersubsidi itu disalurkan Pertamina melalui agen dan pangkalan. "Gas LPG bersubsidi hanya boleh dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro. Kriterianya, rumah tangga miskin dengan penghasilan di bawah Rp 1,5 juta serta pelaku Usaha Kecil dan Mikro (UKM) yang memiliki omset Rp 50 juta dalam sebulan. Jadi, peruntukannya memang sudah diatur dan diharapkan semua pihak menaati hal tersebut agar tepat sasaran," tuturnya.***