Koperasi Merah Putih Mulai Berkibar di Cimahi
Koperasi Merah Putih Mulai Berkibar di Cimahi
CIMAHI, PATROLI
Koperasi Merah Putih (KMP) mulai berkibar dan mengepakkan sayapnya di seluruh desa maupun kelurahan se Indonesia.
Kehadirannya menjadi salah satu isu strategis nasional dalam memperkuat perkonomian nasional di era Prabowo saat ini. Dimana dianulir bisa membantu masyarakat menengah kebawah untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi serta membantu pasokan bahan pangan yang murah dan terjangkau di seluruh pelosok Negeri.
Gerakkan itu dibuktikan dan tunjukkan Kementrian Koperasi dan UKM RI, Budi Arie Setiadi bersama rombongan kementerian saat meninjau dan menyaksikan langsung musawarah kelurahan (Muskel) Cibeber Koperasi Merah Putih serta pengukuhan pengurus (KMP) tahun 2025 di Aula Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, Kamis (15/5).
Wali Kota Cimahi, Letkol (Purn) Ngatiana S.AP dalam sambutannya menuturkan bahwa pihaknya secara tegas telah mengintruksikan segenap jajarannya untuk terlibat aktif menjalankan perintah Presiden Republik Indonesia sesuai Intruksi Presiden No 9 tahun 2025 tentang percepatan pembentukkan koperasi desa/kelurahan merah putih.
Alhasil secara marathon terealisasi dengan baik, terutama di Kelurahan Cibeber hari ini dan sukses membentuk kepengurusan KMP Kelurahan Cibeber dengan ketua terpilih Mohammad Soma dan Bendahara, Hera.
"Sebagai informasi, proses pembentukkan KMP di Kota Cimahi sedang berlangsung di 9 kelurahan dan telah melakukan musawarah. Sisanya akan kami laksanakan segera di minggu depan. Dengan menargetkan tanggal 31 Mei 2025, seluruh akta notaris pembentukkan koperasi merah putih sudah selesai dan siap didaftar secara resmi," jelas Ngatiana, sambil berharap keterlibatan semua pihak dalam membangun KMP di Kota Cimahi.
Ditegaskannya, percepatan proses musyawarah koperasi yang dilakukannya sebagai bentuk kontribusi Pemerintah Kota Cimahi dalam mewujudkan target nasional, sebanyak 40.000 koperasi akan diluncurkan secara serentak pada hari koperasi nasional 12 Juli 2025 mendatang.
"Di Kota Cimahi saat ini telah memiliki 430 koperasi, di antaranya aktif sebanyak 186 koperasi dan 244 dinyatakan tidak aktif. Sementara koperasi yang melakukan RAT secara tepat waktu berkisar sekitar 60 koperasi. Dengan data yang ada menunjukan bahwa koperasi memiliki potensi besar dan ekosistem koperasi yang cukup sebagai modal awal menyambut koperasi merah putih," jelasnya.
Kami percaya koperasi ini akan menjadi instrument pemerataan kesejahteraan bagi warga masyarakat di Kota Cimahi dengan mengintruksikan kepada para camat dan lurah untuk terus aktif penghubung koordinasi antara kelurahan dan dinas koperasi, perindustian dan perdagangan Kota Cimahi," tambahnya.
Menteri Koperasi RI, Budi Arie Setiadi dalam sambutanya mengapresiasi seluruh rangkaian musyawarah koperasi merah putih di Kelurahan Cibeber hingga kepada penetapan pengurus.
"Koperasi merah putih hadir untuk memudahkan masyarakat. Inilah bentuk usaha yang telah diamanatkan oleh pendiri bangsa kita. Oleh karena itu, mari kita songsong bersama untuk membangun negeri dengan cara mengentaskan kemiskinan dengan melawan ketidakadilan dalam perputaran ekonomi kita," ungkapnya.
Ditegaskannya, koperasi merah putih hanya alat. Tujuannya bagaimana dapat mengentas kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan dan memajukan desa maupun kelurahan se Indonesia.
"Kiranya dengan koperasi serba usaha ini membuat masyarakat Kota Cimahi menjadi lebih maju bisa menjadi eksportir, serta menjadi pemain utama, penyedia kebutuhan pokok tanpa harus dikuasai golongan usaha rentenier," ujarnya.
Ia berharap dengan terbentuknya KMP di 15 kelurahan di Kota Cimahi dapat memberi dampak meningkatkan produktivitas perekonomian masyarakat hingga meraih bonus meraih juara ketingkat nasional. (Sinto)