Munggah Fest, Strategi Pengendalian Inflasi Hingga Ajang Promosi Produk Kota Cimahi

Munggah Fest, Strategi Pengendalian Inflasi Hingga Ajang Promosi Produk Kota Cimahi

CIMAHI.- Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Disdagkoperin) menggelar Munggah Fest 2025. Kegiatan menyambut bulan suci ramadan ini menjadi strategi pengendalian inflasi dan upaya pemberdayaan pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta promosi pasar rakyat yang dikelola pemerintah.
Kegiatan berlangsung di lapangan Apel Pemerintah Kota Cimahi. Acara terbuka untuk masyarakat umum secara gratis dan menghadirkan berbagai program menarik, bazar produk lokal, promosi pasar tradisional, serta hiburan Islami yang mengangkat kearifan budaya lokal.
Kegiatan tersebut diramaikan lebih dari 60 tenant yang terdiri dari 45 pelaku IKM, 10 toko modern, serta empat pasar rakyat, yakni Pasar Atas, Pasar Cimindi, Pasar Citeureup, dan Pasar Melong. Para pelaku usaha diberikan ruang untuk memperkenalkan produk unggulan mereka, mulai dari kuliner, fashion, hingga kerajinan tangan.
Pj Sekretaris Daerah Kota Cimahi, Maria Fitriana mengapresiasi antusiasme masyarakat dan ASN yang turut meramaikan acara ini. “Produk-produk IKM yang ditawarkan memiliki kualitas yang sangat baik dengan harga kompetitif. Selain itu, adanya pasar murah di kelurahan-kelurahan juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan Munggah Fest, pemerintah juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. “Kami telah menghimbau kepada para peserta dan pengunjung untuk mengurangi timbulan sampah hingga 60%, sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam menekan produksi sampah rumah tangga,” ungkapnya.
Hal serupa diungkapkan Kepala Bidang Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Kota Cimahi Indra Bagjana. “Kami melakukan intervensi situasional untuk menekan lonjakan harga menjelang Ramadan. Dengan menggelar bazar dan menghadirkan produk-produk dengan harga lebih terjangkau, diharapkan daya beli masyarakat tetap stabil dan inflasi dapat dikendalikan,” katanya.