Pemkot Cimahi Gelar Operasi Pasar Bersubsidi Jelang Natal dan Tahun Baru, Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan
Pemkot Cimahi Gelar Operasi Pasar Bersubsidi Jelang Natal dan Tahun Baru, Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan
Pemkot Cimahi bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat menggelar Operasi Pasar Bersubsidi (Opadi) di halaman gedung Cimahi Technopark Jalan Baros, Kecamatan Cimahi Selatan, Selasa (10/12).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan menjelang Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Disiapkan sebanyak 5.645 paket sembako dalam kegiatan Opadi ini. Paket sembako tersebut diserahkan secara simbolis oleh Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi kepada warga penerima.
"Ini Opadi yang dilaksanakan Pemerintah Kota Cimahi atas bantuan Provinsi. Jadi ini program Provinsi yang kita laksanakan di Kota Cimahi. Opadi ini hanya untuk Nataru, hanya 10 kab/kota, salah satunya kita. Dan itu karena melihat beberapa kinerja dalam pengendalian inflasi yang dilakukan Kota Cimahi dan juga kesanggupan kita memfasilitasi, khususnya transportasi dalam pengangkutan ini," ungkap Dicky.
Paket sembako tersebut berisi beras sebanyak 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, dan minyak goreng 2 liter.
"Untuk mengaksesnya, masyarakat tinggal membayar Rp 102.000/paket. Jadi ada subsidi dari pemerintah sebesar Rp 45.700/paket, nilainya cukup besar dan mudah-mudahan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Nataru," kata Dicky.
Penyaluran paket sembako dapat diakses langsung di lokasi tersebut maupun disalurkan melalui kelurahan masing-masing dengan kuota 370 paket.
Menurut Dicky, harga pangan di Kota Cimahi masih cukup baik. Begitu juga pasokan pangan masih terkendali meski saat ini curah hujan tinggi. "Tidak ada kenaikan harga yang drastis. Hasil rapat inflasi terakhir, Kota Cimahi masih dibawah indeks perkembangan harga. Suplai juga masih terjaga dan masih dibawah kebutuhan, hal itu jadi neraca untuk penetapan program intervensi kebijakan intervensi jika diperlukan," bebernya.
Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Noneng Komara Nengsih yang hadir dalam kesempatan itu mengatakan, Kota Cimahi menjadi salah satu daerah yang digelar Opadi Jawa Barat. "Penetapan daerah untuk Opadi berdasarkan kajian, data empiris dari tahun-tahun sebelumnya. Termasuk melihat potensi gejolak harga agar kita jaga supaya Nataru bisa berjalan dengan baik dan tetap stabil," ujarnya.
Kuota per daerah juga ditetapkan melalui kajian. "Tiap daerah kebutuhannya beda-beda. Dikaji juga dari jumlah penduduk, serta melihat gejolak harga untuk kawasan Bandung Raya tidak terlalu jauh berbeda," tuturnya.
Dia mengklaim, sejauh ini tidak ada gejolak harga komoditas pangan yang berarti di Jawa Barat menjelang Nataru. "Sampai saat ini Alhamdulillah terkendali. Jabar termasuk inflasi yang cukup rendah se-nasional, kisaran 2,5 dan cukup stabil secara agregat," ungkapnya.
Pihaknya turut melakukan pemantauan harga setiap hari di pasaran. "Kalau ada gejolak harga, langsung kerjasama dengan dinas di kabupaten kota. Kita ada semacam program lelang, misalnya ada Komoditas lebih di kabupaten mana dan ada kurang di kabupaten lain maka bisa dilakukan lelang, sehingga bisa terjaga stoknya," bebernya.
Sumber : https://www.koran-gala.id/news/58714120456/pemkot-cimahi-gelar-operasi-pasar-bersubsidi-jelang-nataru-jaga-stabilitas-pasokan-dan-harga-pangan