Pj Wali Kota Cimahi Sidak Pasar Jelang Idul Fitri, Fokus Cek Kualitas Pangan dan Harga Komoditas

Pj Wali Kota Cimahi Sidak Pasar Jelang Idul Fitri, Fokus Cek Kualitas Pangan dan Harga Komoditas

Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, dan tim dari Dinas Kesehatan, Disdagkoperin, serta instansi lainnya menyelenggarakan inspeksi mendadak ke Pasar Antri Baru. Tujuannya adalah untuk memeriksa harga barang-barang menjelang Hari Raya Idul Fitri yang akan segera tiba. Dua hal yang telah diperiksa olehnya. Pertama, terkait dengan pengamanan pangan, yang fokusnya adalah menilai kualitasnya, baik atau tidaknya kesehatannya. “Karena menuju hari raya, jangan sampai pangan-pangan yang dijual itu tidak layak konsumsi dan sebagainya,” kata Dicky pada aaal media saat ditemui usai sidak pangan pada, Jumat (5/4). Dicky menuturkan, dalam sidak pangan tadi, ia belum menemukan makanan yang tidak sehat, terutama daging, ikan, ayam, sayuran, dan lain-lain, berdasarkan penilaian dari timnya. “Jadi itu satu tugas yang saya cek untuk pengamanan pangan,” papar Dicky. “Dan saya minta untuk hal ini tetap dan terus untuk dilakukan, sampai dengan hari H sebelum hari Lebaran,” tambahnya. Dicky memeriksa ketersediaan dan harga beberapa komoditas di masyarakat, khususnya beras. Dia mengevaluasi suplai komoditas tersebut dan situasi harga di pasaran “Tadi saya lihat mereka sudah dapat pasokan dari beras lokal yang selama ini kita ketahui beras lokal kemarin terganggu karena masa panennya telat akibat adanya perubahan cuaca,” jelas Dicky. Meskipun harga beras mengalami penurunan, namun tidak terlalu signifikan. Dicky menerangkan, dikarenakan permintaan konsumen yang banyak, sementara stock terbatas. Ia melanjutkan, harga beras bervariasi, tetapi harga beras lokal tetap tinggi, berkisar antara Rp. 15.000 hingga Rp. 16.000 meskipun mengalami penurunan sedikit. “Jadi artinya tidak kembali seperti sebelumnya, itu mungkin sesuatu yang mungkin saya lihat permintaan masih cukup besar dan pasokan masih perlu terus ditambah,” ungkapnya. Operasi pasar murah, terutama untuk beras, telah memberikan semangat bagi pihaknya untuk terus melanjutkan upaya stabilitas harga beras si Cimahi. “Khusus Kota Cimahi beras SPHP yang dari Bulog itu, akan kami terus sediakan tidak hanya melalui OPM GPM tetapi ketersediaan di setiap kelurahan setiap akhir bulannya,” terangnya. Di wilayah Jawa Barat, Dicky masih melihat terdapat kelangkaan pasokan tertentu, meskipun termasuk dari wilayah Cimahi sendiri. “Jadi harganya masih mengalami kenaikan-kenaikan tetapi masih dalam batas wajar,” tandasnya. Di lokasi yang sama, Kadisdagkoperin Hella Haerani mengatakan, dalam mengantisipasi kenaikan harga barang jelang lebaran. Mereka mencatat bahwa tidak semua barang mengalami kenaikan harga. “Harga daging sapi naik menjadi Rp. 140.000 per kilogram, dari sebelumnya Rp. 130.000. Sementara itu, harga daging ayam tetap stabil di Rp. 38.000 per kilogram, turun dari Rp. 40.000 sebelumnya,” ungkap Hella. Kenaikan harga sapi, mempengaruhi kenaikan harga daging. Hella menyatakan, fenomena ini sering terjadi menjelang Lebaran karena tradisi konsumsi daging meningkat. Pedagang cenderung menaikkan harga untuk memanfaatkan permintaan tinggi. “Jadi itu sudah membudaya menjelang lebaran terkait kenaikan harga dipasaran ini,” paparnya. Hella menghimbau kepada masyarakat, dalam menghadapi kenaikan harga bersikap dengan bijaksana. Jangan menyalahkan pedagang secara langsung. “Jangan selalu menyalahkan pedagang terkait kenaikan harga dan pemerintah tidak ada upaya atau seperti pergerakan apa,” pungkasnya.



sumber: https://jabarekspres.com/berita/2024/04/05/pj-wali-kota-cimahi-sidak-pasar-jelang-idul-fitri-fokus-cek-kualitas-pangan-dan-harga-komoditas/