Revitalisasi Lantai Tiga Pasar Atas Cimahi, Pemkot Harapkan UMKM Kreatif Bisa Bangkit

Revitalisasi Lantai Tiga Pasar Atas Cimahi, Pemkot Harapkan UMKM Kreatif Bisa Bangkit

JABAR EKSPRES – Pasar Atas Cimahi yang kini sepi pengunjung dan mengalami penurunan drastis dalam daya beli masyarakat, telah mendapatkan revitalisasi oleh Pemerintah Kota Cimahi.

Revitalisasi lantai tiga pasar tersebut direncanakan menjadi ruang untuk UMKM kreatif yang menjual produknya. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menarik minat pengunjung sekaligus memberikan ruang bagi UMKM yang lebih inovatif.

Revitalisasi ini diharapkan bisa menghidupksn kembali pasar tradisional dan meningkatkan daya beli masyarakat yang kini semakin lesu.

Penurunan drastis pengunjung ke Pasar Atas bahkan sudah dilaporkan oleh pedagang langsung kepada Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi saat kunjungannya beberapa waktu lalu.

“Di lantai tiga sudah ada belasan tempat UMKM kreatif. Nantinya, akan dikombinasikan dengan tempat kuliner yang sudah didesain. Kita akan mulai di tahun 2025 ini,” kata Dicky saat ditemui usai peluncuran program ASN Bercitra (ASN Kota Cimahi Bersama Cintai Pasar Rakyat), Jumat (17/1/25).

Dicky menambahkan, Ppemkot berupaya menghidupkan kembali pasar ini dengan berbagai inovasi, termasuk memanjangkan jam operasional pasar hingga malam hari dengan aktivitas kreatif.

“Pasar tidak hanya hidup sampai siang, tetapi bisa sampai malam dengan berbagai kegiatan,” ujar Dicky.

Selain Pasar Atas, Dicky juga berkomitmen untuk mengembangkan pasar-pasar lainnya, seperti Pasar Melong, Citeureup, Cimindi, dan Pasar Antri, agar semakin ramai dan berkembang.

Tak hanya itu, Dicky juga menjelaskan sinergi antara program ASN Bercitra dengan program BPJS Ketenagakerjaan bertajuk ‘Sertakan’, yang bertujuan untuk melindungi pekerja rentan, seperti asisten rumah tangga dan sopir, agar mendapatkan jaminan sosial.

“ASN nanti bisa membantu pekerja di sekitar mereka, seperti asisten, supir, atau tetangga yang berisiko. Dengan cara ini, pekerja rentan akan mendapatkan ketenangan hidup,” terang Dicky.

Program ini diharapkan dapat mencegah pekerja informal dan keluarganya jatuh ke kemiskinan jika terjadi risiko pekerjaan, seperti kehilangan pekerjaan, jaminan hari tua, atau bahkan kematian.

“Harapan kami, dengan program ini, Cimahi bisa memberikan perlindungan lebih baik bagi pekerja informal,” tutup Dicky. (Mong)


Sumber: jabarekspres