Warga Cimahi Serbu Bazar Gerakan Pangan Murah, Beras SPHP Ludes dalam Sekejap
Warga Cimahi Serbu Bazar Gerakan Pangan Murah, Beras SPHP Ludes dalam Sekejap
Masyarakat antusias mendatangi acara Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di pelataran DPRD Kota Cimahi, Jalan Dra. Djulaeha Karmita, Kota Cimahi, Selasa, 19 Maret 2024. Kebanyakan dari mereka yang datang berburu beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang harganya lebih terjangkau dibanding harga beras di pasaran yang masih tinggi. Warga sudah berdatangan sejak pukul 6.00 WIB. Antrean panjang pun mengular untuk mendapat beras murah tersebut. Tiap orang hanya dibolehkan membeli satu pak beras SPHP seberat 5 kg dengan harga Rp53.000. Kasir pembelian baru dibuka pukul 7.30 WIB. Petugas mengatur antrean agar warga tidak berdesakan dan tertib. Warga membayar sejumlah uang sesuai harga beras SPHP. Setelah itu, warga diberikan kupon sebagai bukti pengambilan beras. Agar penyaluran merata, tiap warga diberi tanda tinta pada jari bagi mereka yang sudah melakukan transaksi pembelian beras SPHP. "Sudah sejak pagi datang ke sini biar kebagian beras SPHP. Waktu Minggu lalu sempat enggak kebagian," ujar Emma (45), warga Kolonel Masturi. Dia berharap penjualan beras SPHP dapat terus dilakukan Pemkot Cimahi. "Harganya lumayan, jauh lebih murah dibandingkan beli di pasar. Terus terang, ya, harga beras mahal itu jadi beban juga karena beras kebutuhan pokok yang tidak bisa tidak tersedia, apalagi sekarang bulan puasa. Mudah-mudahan ada terus, jadi kalau habis bisa beli lagi," tuturnya. Jual sembako Tak hanya beras, sejumlah pedagang juga menyediakan berbagai komoditas pangan seperti minyak goreng, tepung terigu, daging ayam, daging sapi beku, sayur-mayur, hingga hasil olahan kuliner seperti ikan bandeng, makanan takjil, dan makanan kering. Pengunjung lain, Isma (34), warga asal Citeureup mengatakan, dia datang ke lokasi GPM setelah mengantar anak sekolah. "Kebetulan ada bazar murah ini, sekalian mampir. Murah-murah dibanding di pasaran," ucapnya. Meski demikian, dia tidak mengantre untuk beli beras SPHP. "Sebetulnya, mau beli telur, tapi enggak ada yang jual. Jadi beli sayuran organik dan kualitasnya bagus. Kalau beras tidak beli, biar yang SPHP untuk warga yang membutuhkan saja," katanya. Dia menyambut baik kegiatan yang digelar Pemkot Cimahi tersebut. "Harus sering-sering kegiatan seperti ini di tempat yang mudah terjangkau. Jadi kita bisa tahu produk hasil petani Cimahi maupun pelaku UMKM dan bantu larisin dagangannya," ucapnya. GPM diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi. Diselenggarakan atas kerjasama dengan Perum Bulog dalam penyediaan beras SPHP dan produsen binaan untuk penyediaan komoditas pokok lainnya oleh Pelaku Usaha Kota Cimahi. Ada juga penyediaan sayur-mayur dan buah-buahan oleh kelompok petani Cimahi. Kegiatan dilaksanakan dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga pangan dalam upaya pengendalian inflasi daerah. Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu cara efektif untuk menekan laju inflasi dan menjaga stabilitas harga komoditas bahan pokok. Masyarakat dapat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau. Kepala Dispangtan Kota Cimahi Tita Mariam mengatakan, kegiatan GPM merupakan kegiatan yang terselenggara atas kerja sama dengan stakeholders dan pelaku usaha Kota Cimahi. “Untuk beras hari ini yang disediakan sebanyak 10 ton. Habis diserap masyarakat dalam waktu singkat," ujarnya. Tita menjelaskan pihaknya telah berupaya menyediakan beras dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat Kota Cimahi. Selain itu, komoditas pangan dan produk olahan kuliner yang dijual juga jauh lebih murah dibanding harga pasaran. "Kegiatan yang dilakukan saat ini menghadapi bulan Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, jadi harga beras lebih murah dibanding di pasaran yang memang masih tinggi. Kita mengupayakan agar masyarakat memperoleh beras dengan harga yang lebih murah,” tuturnya