"Tiga Proyek Serentak Bikin Cimahi Macet Parah, Wali Kota dan Wakil Sampaikan Permohonan Maaf "
"Tiga Proyek Serentak Bikin Cimahi Macet Parah, Wali Kota dan Wakil Sampaikan Permohonan Maaf "
IDN CITIZEN, CIMAHI - Kota Cimahi dikepung kemacetan parah dalam beberapa hari terakhir akibat pengerjaan tiga proyek infrastruktur serentak.
Penutupan Jalan Gatot Subroto untuk pembangunan Underpass Gatsu beriringan dengan perbaikan Jembatan Pemkot di Jalan Raden Demang Hardjakusumah.
Situasi tersebut juga berbarengan dengan pengerjaan proyek flyover yang berlangsung di kawasan Pusdikpom dan menambah beban arus kendaraan.
Menanggapi tumpukan kendaraan yang sempat mengunci sejumlah rute vital kota, Wali Kota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan.
Permohonan tersebut disampaikan melalui akun Instagram miliknya @letkolpurn.ngatiyana kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi wilayah Kota Cimahi.
"Saya selaku pribadi dan Pemerintah Kota Cimahi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna jalan yang melintasi Kota Cimahi, baik warga Kota Cimahi maupun luar Kota Cimahi, yang mana beberapa hari yang lalu terjadi ketidaknyamanan bagi pengguna jalan selama adanya pembangunan underpass yang ada di Kota Cimahi," ungkap Ngatiyana.
Ngatiyana menjelaskan perbaikan Jembatan Pemkot harus dikerjakan bersamaan karena kondisi darurat struktur jembatan yang mengalami penurunan tanah setiap hari.
"Perbaikan tentang jembatan yang ada di Pemkot Cimahi, di situ adalah perlintasan karena setiap hari itu sudah turun kira-kira setengah senti sampai satu senti, sehingga Pemerintah Kota Cimahi memperbaiki agar tidak terjadi kerusakan, bencana, ataupun nantinya bisa memakan korban," terangnya.
Ia menyebut jadwal ketiga proyek beririsan pada Agustus karena proses lelang masing-masing pekerjaan membutuhkan waktu dua hingga tiga bulan.
Namun, hasil evaluasi awal terhadap rekayasa jalan menunjukkan kondisi lalu lintas di Cimahi kini mulai terurai secara bertahap.
"Akhirnya underpass depan Dustira dibagi menjadi dua arah ya, akhirnya setelah diberlakukan dua arah, Alhamdulillah kemacetan sudah berkurang," lanjutnya.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira melalui akun Instagram @adhitiayudisthira juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pengendara.
"Ingin mengucapkan permohonan maaf apabila terjadi traffic jam atau kemacetan yang luar biasa kemarin di Cimahi akibat pembangunan yang sedang dilaksanakan," ujar Adhitia melalui story instagramnya.
Menurut orang nomor dua di Kota Cimahi itu menjelaskan, skema dua arah diterapkan di Underpass Sriwijaya atau Dustira untuk menarik penumpukan kendaraan dari jalur utama.
"Jadi di Underpass Sriwijaya atau Underpass Dustira ini kita lakukan pemberlakuan rekayasa lalu lintas dua arah sehingga tidak seperti kemarin diberlakukan satu arah agar tidak terjadi penumpukan di Jalan Sriwijaya," kata pria yang akrab disapa Kang Adit itu.
Rekayasa tersebut dilakukan agar arus kendaraan tidak kembali menumpuk di Jalan Sriwijaya seperti kondisi sebelumnya.
Selain rekayasa lalu lintas, pengerjaan Jembatan Pemkot juga dipercepat menggunakan metode hydraulic static dynamic pile untuk memangkas target penyelesaian.
"Untuk jembatan Pemkot insya Allah akan diselesaikan lebih cepat, jadi tidak 90 hari kerja tapi insya Allah di satu bulan jembatan Pemkot sudah bisa dilalui lagi oleh para pengendara" tambah Adhitia.
Pemerintah Kota Cimahi optimistis penyelesaian Jembatan Pemkot dalam satu bulan membuat arus transportasi kembali jauh lebih terkendali.
Menutup keterangannya, Wali Kota Ngatiyana meminta masyarakat tetap bersabar selama seluruh proses konstruksi infrastruktur masih berlangsung.***