Cimahi Butuhkan 100 Ribu Sambungan Rumah Air Bersih, Baru Terpenuhi 8.000

Cimahi Butuhkan 100 Ribu Sambungan Rumah Air Bersih, Baru Terpenuhi 8.000

Limawaktu.id, Kota Cimahi – Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengungkapkan, pengadaan Saluran Rumah untuk kebutuhan Air Minum di Cimahi tiap tahun hanya mampu membangun sekitar 500 Sambungan Rumah (SR), sementara kebutuhannya mencapai 100 ribu Sambungan Rumah.

“Dari kebutuhan 100 ribu Sambungan Rumah di Cimahi saat ini barus ekitar 8000 saja yang sudah bisa dipenuhi. Walaupun ada yang dilayani oleh Perumda Tirta Raharja milik Pemkab Bandung tetapi SR dan pipanya sudah tua bahkan saya dan pak Wali banyak mendapatkan komplai mengenai saluran yang tidak jalan,” ungkap Adhitia.

Data yang dihimpun di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi menunjukan, pemenuhan akses air bersih di Kota Cimahi yang dinikmati masyarakat masih mengandalkan dua sumber yaitu melalui jaringan non perpipaan, air bersih yang dimanfaatkan dan dikelola langsung oleh rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan sendiri, seperti : sumur tanah dangkal/ sumur gali, dan pemenuhan air bersih melalui sistem jaringan perpipaan yakni pemenuhan  air bersih yang dimanfaatkan dan dikelola oleh badan usaha (PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung), BLUD  Air Minum Kota Cimahi dan Kelompok Pengelola Dan Pengguna Air (KPPA) Kota Cimahi.

 “ Kelompok Pengelola dan Pengguna Air (KP2A) Kota cimahi ini merupakan lembaga Pengelola air bersih di masyarakat dan merupakan mitra kerja pemerintah kota dalam rangka meningkatkan kualitas perumahan dan permukiman khususnya Dalam upaya pemenuhan Layanan Air Bersih bagi masyarakat kota cimahi melalui pemanfaatan air tanah dalam (artesis),” terang Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Endang, saat pembukaan Bimbingan Teknis Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) Kota Cimahi, di Pandiga Educreation, Kelurahan Cibabat Kota Cimahi, Senin, 20 Oktober 2025.

Menurutnya, KP2A ini ini sudah berdiri dan berkontribusi Sejak tahun 2002. Berdasarkan data yang ada pemerintah kota cimahi telah membangun artesis sebanyak 62 titik yang tersebar di beberapa RW  di wilayah Kota Cimahi.

“Namun sebagian besar yang masih beroperasi memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat secara kontinyu tinggal 47  titik lagi,” katanya.

Dia menyebutkan, beberapa kendala dan permasalahan yang dijumpai dalam pengelolaan artesis oleh KP2A adalah karena kurangnya perawatan terhadap sarana dan tidak sanggup menutup biaya operasional, Kualitas air menurun sehingga tidak memenuhi syarat untuk dikonsumsi  eterbatasan pengetahuan para pengelola akan pengoperasian dan pemeliharaan yang efektif dan efisien, kurangnya pemahaman terhadap standar operasional prosedur (SOP), tentang pembentukan, tugas dan tanggung jawab serta kewajiban kelembagaan KP2A, RW dan kelurahan.

 “Sehubungan dengan hal tersebut, Dipandang perlu melakukan usaha peningkatan pengetahuan kppa melalui bimbingan teknis kepada para pengelola kppa di kota cimahi, agar di masa mendatang pengelolaan artesis ini semakin baik dari segi akuntabilitas, kualitas, kuantitas, kontinuitas dan mandiri untuk dapat lebih meningkatkan pemenuhan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” sebutnya.

 Dia menjelaskan, Bimtek  ini adalah dalam rangka meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan ketua kppa, dan stake holder lainnya, kelurahan, kecamatan dan unsur skpd dalam rangka meningkatkan pengelolaan artesis yang lebih akuntable, efektif, efisien, mandiri dan berkelanjutan.