Gercep! Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi Gerak Cepat Tangani Bencana Longsor, Benteng Roboh Hingga Normalisasi Sungai

Gercep! Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Cimahi Gerak Cepat Tangani Bencana Longsor, Benteng Roboh Hingga Normalisasi Sungai

CIMAHI-MJ Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Po- merintah Daerah Kota Cimahi, menerjunkan personil pasukan "kecebong" untuk menangani kejadian longsor dan benteng roboh tersebut. Tak hanya itu, DPKP Kota Cimahi juga melaksanakan normalisasi sungai di wilayah RW 07, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Dan penanganan sementara dampak longsor di Jalan Martasik RW 10, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi Reaksi-cepat tanggap bencana Pemerintah Daerah Kota Cimahi, merupakan bentuk kewajiban untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Cimahi. "Musim Hujan pada tahun 2023/2024 umumnya akan tiba lebih lambat dibandingkan dengan biasanya, Curah hujan yang turun pada periode musim hujan 2023/2024 pada umum- nya diprediksi akan normal dibandingkan biasanya," ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers prakiraan musim hujan 2023/2024 di Jakarta. Dwikorita menyebutkan bahwa sejak mulai muncul pada pertengahan bulan Mei 2023, gangguan iklim El Nino terus berkembang mencapai level El Nino moderat sejak akhir Juli 2023 dan saat ini Indeks El Nino berada pada nilai +1.504. Kondisi El Nino moderate tersebut diprediksi tetap bertahan hingga awal 2024, Antisipasi Bencana Hidrometorologi Sementara itu, Dwikorita menghimbau kepada kementerian/lembaga, pemerintah daerah, institusi terkait, dan seluruh masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak musim hujan terutama di wilayah yang mengalami sifat Musim Hujan atas normal (lebih basah dibanding biasanya). Wilayah ini, kata dia, diprediksi mengalami peningkatan risiko bencana banjir dan tanah longsor. Pemerintah Daerah diharapkan dapat lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat tentang cara menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi selama musim hujan serta pentingnya memperhatikan peringatan dini. "Kami berharap informasi Prakiraan Musim Hujan 2023/2024 ini dapat dijadikan sebagai acuan pemerintah daerah dan sektor terkait untuk menyusun rencana Aksi Dini (Early Action), dalam rangka menekan kerugian yang dapat ditimbulkan adanya bencana hidrometeorologi," ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan memaparkan secara lebih detail bahwa pada bulan September 2023, terdapat sekitar 24 ZOM (3,4% yang akan memasuki musim hujan yaitu meliputi sebagian Sumatera Barat dan Riau bagian selatan. Kemudian, pada bulan Oktober 2023, sekitar 69 ŽOM (9.9%) akan memasuki musim hujan yaitu provinsi seperti Jambi, Sumatera Selatan bagian utara, Jawa Tengah bagian selatan, sebagian wilayah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah bagian barat, dan sebagian besar Kalimantan Timur Selanjutnya, sekitar 153 ZOM (21,9%) diperkirakan akan memasuki Musim Hujan pada bulan Desember 2023, termasuk sebagian besar Jawa Timur bagian utara, sebagian wilayah NTB, sebagian NTT, sebagian besar Sulawesi Tenggara, dan sebagian Maluku. Sementara pada bulan Januari hingga Mei 2024, sekitar 22 ZOM (3,2%) diharapkan akan mengalami awal musim hujan. Terdapat juga sekitar 50 ZOM (7.2%) yang sudah memasuki Musim Hujan, sementara sekitar 12 ZOM (1,7%) merupakan daerah dengan musim hujan sepanjang tahun 2023. Selain itu, ada 113 ZOM (16,1%) yang termasuk dalam tipe ZOM 1 Musim, yang memiliki karakteristik musim yang satu kali sepanjang tahun "Secara umum musim hujan diprediksi akan datang lebih lambat, yaitu terjadi pada sekitar 446 ZOM (63,8%) di seluruh Indonesia. Sejumlah 22 ZOM (3.2%) diprediksi akan mengalami awal musim hujan yang lebih awal atau MAJU. Dan, terdapat juga sekitar 56 ZOM atau sekitar 8,0% wilayah Indonesia yang diprediksi akan mengalami awal musim hujan yang SAMA dengan rerata klimatologinya," terangnya. Musim hujan 2023/2024 sendiri, lanjut Ardhasena, secara umum diprediksi akan bersifat NORMAL, yaitu terjadi pada sekitar 566 ZOM (80,9%). "Namun, terdapat beberapa wilayah yang diprediksi akan mengalami musim hujan dengan sifat ATAS NORMAL (cura)