Jadi Sorotan, DPKP Tangani Banjir di Mahar Martanegara dan Amir Machmud

Jadi Sorotan, DPKP Tangani Banjir di Mahar Martanegara dan Amir Machmud

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) terus memfokuskan penanganan banjir di sejumlah titik yang kerap menjadi sorotan publik, khususnya di Jalan Mahar Martanegara dan Jalan Amir Machmud.


Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman DPKP Kota Cimahi, Sambas Subagja, menyampaikan bahwa banjir di Jalan Mahar Martanegara disebabkan oleh keterbatasan kapasitas sungai dalam menampung debit air yang masuk ke wilayah Kota Cimahi.


“Untuk penanganan jangka panjang, kami mengacu pada skema dari BBWS Citarum, yakni dengan melakukan pelebaran sungai guna meningkatkan kapasitas tampung air,” ujarnya.



Selain itu, dalam jangka pendek pihaknya akan melakukan normalisasi Sungai Cilember melalui pengerukan sedimentasi serta pembersihan sampah agar aliran air kembali lancar.


Sementara untuk jangka menengah, DPKP akan melakukan rekayasa pengelolaan pintu air melalui sistem buka-tutup terjadwal. Penertiban juga akan dilakukan terhadap sejumlah jembatan akses warga yang dinilai menghambat aliran air dan menyebabkan penumpukan sampah di badan sungai.


“Keberadaan jembatan dengan elevasi rendah turut menyebabkan aliran air tertahan dan memicu luapan, sehingga perlu dilakukan penataan,” tambahnya.


Lebih lanjut, untuk penanganan banjir di kawasan Jalan Amir Machmud dan sekitarnya, pemerintah telah menyiapkan langkah jangka panjang berupa pembagian aliran air dari kawasan Cihanjuang menuju Sungai Cimahi guna mengurangi beban aliran di titik rawan.


Selain itu, penataan sistem drainase di sepanjang Jalan Amir Machmud juga akan dilanjutkan, sebagai bagian dari program sebelumnya yang telah dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPPJN). Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, seperti keberadaan utilitas jaringan kabel fiber optik yang menghambat optimalisasi saluran.


Untuk langkah jangka pendek, DPKP juga telah melakukan normalisasi kolam retensi di kawasan RSB Cibabat beserta salurannya. Selain itu, inspeksi terhadap tiga saluran sudetan di wilayah hulu, yakni di kawasan Cihanjuang (DRW 20, DRW 19, dan wilayah Lewidadap), juga telah dilakukan guna memastikan fungsi pengaliran air berjalan optimal.


Pemerintah berharap, melalui kombinasi penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang tersebut, permasalahan banjir di Kota Cimahi dapat diatasi secara bertahap dan berkelanjutan.