Kota Cimahi jadi Model Pembelajaran Sanimas bagi Pemerintah Vietnam
Kota Cimahi jadi Model Pembelajaran Sanimas bagi Pemerintah Vietnam
Limawaktu.id, Kota Cimahi - Kota Cimahi dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena dinilai berhasil mengembangkan sistem sanitasi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah keterbatasan wilayah dan tingginya kepadatan penduduk. Keberhasilan tersebut ditopang oleh pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan, pembangunan, hingga pengelolaan dan pemeliharaan sarana sanitasi.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana menegaskan bahwa sanitasi merupakan bagian strategis dari pembangunan kota. Menurutnya, sanitasi tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur, tetapi juga berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan, serta ketahanan kota terhadap perubahan iklim. Pendekatan berbasis masyarakat dinilai menjadi kunci keberlanjutan layanan, terutama di wilayah dengan keterbatasan lahan.
“Kami menyambut kunjungan ini sebagai ruang untuk saling belajar. Praktik yang berkembang di Cimahi lahir dari kebutuhan warga dan dijaga bersama oleh masyarakat,” tegas Ngatiyana, saat menerima kunjungan delegasi Pemerintah Vietnam dalam rangka South–South Learning Exchange yang difasilitasi UNICEF Indonesia bekerja sama dengan Bappenas dan Kementerian Pekerjaan Umum.
Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari praktik baik Indonesia dalam penyediaan layanan air minum, sanitasi, dan higiene (WASH), khususnya penerapan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) di kawasan perkotaan padat. .
“Pemerintah Kota Cimahi berharap kunjungan ini memperkuat kerja sama dan pertukaran pengetahuan antarnegara dalam pengelolaan sanitasi yang berkelanjutan,” kata Ngatiyana.
Sebelumnya, Wali Kota Cimahi meresmikan program Sanimas DAK 2025, Rabu (17/12/2025) di Lapangan Andika RW 10 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan.
Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengatakan bahwa program Sanimas DAK 2025 merupakan bagian penting dari upaya strategis pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, memperbaiki kualitas lingkungan, serta mendukung penataan kawasan permukiman. Program ini juga menjadi wujud komitmen Pemkot Cimahi dalam percepatan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pengolahan air limbah domestik.
“Pembangunan sanitasi merupakan bagian yang sangat penting dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang lebih baik. Sanitasi yang layak tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas hidup, produktivitas, serta masa depan generasi kita,” ujar Ngatiyana.
Wali Kota menjelaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan Program Sanimas DAK 2025 adalah mengurangi risiko penyakit berbasis lingkungan akibat sanitasi yang tidak memadai. Upaya ini dilakukan melalui sistem pengolahan air limbah yang mampu mencegah penyebaran penyakit sejak dari sumbernya.
“Program Sanimas juga menjadi bagian penting dalam penunjang pembangunan permukiman yang sehat dan tertata, khususnya dalam rangka penataan kawasan permukiman kumuh. Melalui penyediaan infrastruktur sanitasi yang layak, kita mendorong terciptanya lingkungan hunian yang lebih manusiawi, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan,” tambah Ngatiyana.