Pemkot Cimahi Alokasikan Anggaran untuk Perbaikan 495 Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2024
Pemkot Cimahi Alokasikan Anggaran untuk Perbaikan 495 Rumah Tidak Layak Huni Tahun 2024
Kawasan kumuh adalah salah satu masalah yang masih ada di Kota Cimahi. Pemerintah Kota berkomitmen dalam meningkatkan kualitas kawasan pemukiman di Kota Cimahi melalui program penanganan kawasan kumuh dan rumah tidak layak huni (rutilahu). Hal tersebut diungkapkan oleh Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi. Menurutnya, hingga saat ini masih terdapat sekitar 154 hektar kawasan kumuh yang masih belum tertangani. “Saat ini, sekitar 154 hektar kawasan kumuh belum tertangani dengan baik,” jelas Dicky pada Jabar Ekspress usai pembukaan sosialisasi pelaksanaan perbaikan rutilahu di Gedung Techno Park Cimahi, Jumat (12/7). Namun, untuk tahun ini Dicky mengatakan Pemkot Cimahi melalui APBD mengalokasikan anggaran sebesar Rp 25 juta per unit untuk memperbaiki 395 unit rumah. Ditambah dengan bantuan dari APBD Provinsi Jawa Barat untuk 100 unit rumah, total ada 495 unit rumah yang akan diperbaiki pada tahun 2024. “Menurut data, ada 1.491 unit rumah tidak layak huni di kota Cimahi. Tahun ini, kita akan menangani 495 unit rumah, atau sekitar 30% dari total tersebut,” tambah Dicky. Dalam pelaksanaan program rutilahu, terdapat tiga kriteria yang harus dipenuhi untuk memastikan rumah menjadi layak huni, yakni kemanan, kesehatan, dan jaminan sosial. Menurutnya, setiap rumah yang dibangun atau diperbaiki terjamin keamanannya dan juga terjamin kesehatannya meliputi ventilasi udara dan sanitasi yang sehat. “Lalu jaminan sosial yang dimana rumah harus memiliki ruang yang cukup untuk berinteraksi, seperti ruang tamu dan kamar yang memadai,” kata Dicky. “Rumah yang mendapatkan bantuan rutilahu harus mengikuti kriteria ini untuk memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan benar-benar meningkatkan kualitas hidup penghuninya,” lanjutnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Cimahi, Endang, menyampaikan anggaran APBD Kota Cimahi untuk tahun 2023 sebesar Rp 17.500 juta telah ditingkatkan menjadi Rp 25.000 juta pada tahun 2024 untuk mendukung program perbaikan rutilahu. “Anggaran ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan kualitas hunian bagi warga Kota Cimahi. Baik dari sisi pekerjaan maupun material, nanti akan menyediakan barang berdasarkan kesepakatan masyarakat itu sendiri,” ujar Endang. Dalam sosialisasi tersebut, Endang mengundang seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengajukan pertanyaan jika ada hal yang kurang dipahami. “Kami harapkan seluruh peserta bisa memahami dan nanti apabila ada hal yang kurang dipahami maka silakan pergunakan acara ini untuk menyampaikan hal-hal yang masih belum dimengerti agar kita jelas dan pelaksanaan kegiatan ini bisa kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya. Endang juga menyampaikan, Tim dari DPKP Kota Cimahi akan melaksanakan roadshow ke seluruh kelurahan untuk membahas masalah yang lebih detail, terutama terkait teknis pelaksanaan. Endang menambahkan, sosialisasi ini penting untuk memastikan semua pihak memahami tata cara dan tata laksana perbaikan rumah. “Kami ingin masyarakat terlibat aktif dalam proses ini sehingga hasilnya bisa maksimal dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” tutupnya.
sumber: https://jabarekspres.com/berita/2024/07/12/pemkot-cimahi-alokasikan-anggaran-untuk-perbaikan-495-rumah-tidak-layak-huni-tahun-2024/