Sebagai Upaya Peningkatan Sanitasi, Pemkot Cimahi Lakukan Kolaborasi dengan Para Stakeholder

Sebagai Upaya Peningkatan Sanitasi, Pemkot Cimahi Lakukan Kolaborasi dengan Para Stakeholder

Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) menggelar sosialisasi peningkatan permukiman kumuh di Aula Kecamatan Cimahi Selatan, Rabu (17/7/2024). Kepala DPKP Kota Cimahi, Endang, menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai stakeholder dalam menangani masalah sanitasi dan pemukiman kumuh. “Kami melaksanakan kegiatan sosialisasi berkaitan dengan penanganan masalah kumuh. Penanganan masalah kumuh ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga harus ada kesadaran dan keterlibatan masyarakat,” ujar Endang pada wartawan. Menurutnya, kegiatan sosialisasi ini akan dilakukan di seluruh kecamatan di Kota Cimahi. “Kegiatan sosialisasi ini kami lakukan di seluruh kecamatan yang ada di Kota Cimahi. Besok kami lakukan di Cimahi Utara, kalau Cimahi Tengah sudah kami lakukan,” jelasnya. Selain itu, Endang juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai stakeholder, terutama dunia usaha, dalam upaya peningkatan sanitasi ini. “Kami juga berkolaborasi dengan berbagai stakeholder, terutama dengan dunia usaha. Untuk pembuatan sanitasi dan pembuatan septic tank individual maupun komunal, kita mendapatkan bantuan dari perbankan seperti BJB dan BRI,” tambahnya. Namun, Endang berharap keterlibatan tidak hanya datang dari sektor perbankan, namun dari sektor industri juga diharapkan dapat turut serta agar upaya peningkatan sanitasi dan penanganan kawasan kumuh ini dapat tercapai. “Saya berharap tidak hanya perbankan saja yang berpartisipasi, tapi saya harapkan dari industri atau perusahaan yang ada di wilayah Cimahi Selatan,” ungkapnya. Kemudian, ia menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, dalam menjaga kebersihan lingkungan dan memperbaiki kondisi sanitasi. “Apa yang bisa dilakukan oleh masyarakat, lakukan dulu, (nanti) pemerintah juga pasti hadir,” tutup Endang. Sebelumnya, Kepala DP3AP2KB, Fitriani Manan, menekankan bahwa pentingnya sanitasi yang baik di setiap rumah tangga. “Jika masyarakat tidak memiliki septic tank, limbahnya bisa mencemari air permukaan dan berisiko terkontaminasi virus E. coli,” ujar Fitriani. Kemudian, menurutnya, kerja sama lintas sektoral juga menjadi kunci dalam program ini. DP3AP2KB bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan kelompok wanita tani, untuk memastikan kecukupan gizi melalui pemberian makanan tambahan. “Keluarga yang terdeteksi berisiko stunting harus didampingi oleh tim pendamping keluarga yang sudah dilatih, terdiri dari tim kesehatan, tenaga kesehatan, tim penggerak BKK, dan kader IMB,” kata Fitriani. Selain itu, Dinas Kesehatan juga akan turut berperan dengan memberikan skrining kesehatan, untuk mendeteksi penyakit seperti sifilis dan hepatitis. (Mong)