Pemberdayaan Berkelanjutan: Pemkot Cimahi Cetuskan Kampung Sosial Berbasis Wisata & Ketahanan Pangan

Pemberdayaan Berkelanjutan: Pemkot Cimahi Cetuskan Kampung Sosial Berbasis Wisata & Ketahanan Pangan

Barometerjabar.id Dengan nama Allah semoga semua berjalan lancar. Pada Hari Ini saya akan mengupas kampung sosial yang banyak dicari orang-orang. Review Artikel Mengenai kampung sosial Pemberdayaan Berkelanjutan Pemkot Cimahi Cetuskan Kampung Sosial Berbasis Wisata Ketahanan Pangan Jangan lewatkan informasi penting




Cimahi, BarometerJabar.id – Penanggulangan kemiskinan di kawasan perkotaan kini tak lagi cukup mengandalkan pendekatan bantuan sosial semata. Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Sosial resmi menghadirkan terobosan baru dengan menginisiasi Program Kampung Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dengan Orientasi Destinasi Wisata.


Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, Selasa (7/7/2026). Forum strategis ini menghadirkan sekitar 100 peserta lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, lembaga vertikal, komunitas, hingga insan media.


Kegiatan FGD dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Cimahi sekaligus Ketua Tim Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TPPK) Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira. Dalam pengarahannya, Adhitia menegaskan pentingnya pergeseran pola penanganan kemiskinan dari sekadar skema bantuan menjadi pemberdayaan berkelanjutan.


"Kampung Sosial merupakan gagasan yang sangat baik dan memiliki potensi untuk direplikasi di seluruh wilayah Kota Cimahi. Kunci keberhasilannya terletak pada kolaborasi semua pihak agar masyarakat mampu menjadi mandiri secara sosial maupun ekonomi," ungkap Adhitia.


Ia menambahkan, karena setiap wilayah memiliki keunikan dan potensi yang berbeda, pendekatan pembangunan harus berakar dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan agar program benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.


Integrasi Kesejahteraan Sosial dan Wisata Berbasis Potensi Lokal

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Cimahi, Totong Solehudin, menjelaskan bahwa terobosan ini dirancang untuk menjawab tantangan kepadatan penduduk dan keterbatasan lahan di Kota Cimahi. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), kelompok masyarakat pada desil bawah memerlukan intervensi terpadu melalui penguatan perlindungan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi.


Sebagai tahap awal (pilot project), pengembangan Kampung Sosial akan difokuskan di dua wilayah percontohan:


Kelurahan Cipageran


Kelurahan Citeureup


Kedua lokasi ini dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengembangan pertanian perkotaan (urban farming), kelembagaan warga, usaha mikro, serta daya tarik wisata berbasis masyarakat.


Daya Tarik Unik: Mengintegrasikan Kendaraan Inovasi 'Komodo'

Dinas Sosial mengadopsi konsep Amati, Tiru, dan Modifikasi (ATM) dari kawasan wisata pertanian yang telah sukses di daerah lain. Salah satu hal menarik dalam perencanaan ini adalah pemanfaatan kendaraan inovasi Komodo—karya anak bangsa asal Kota Cimahi—sebagai salah satu identitas unik dan moda transportasi penunjang kawasan wisata edukasi tersebut.


Kemandirian Berkelanjutan Melalui Sinergi Non-APBD

Totong menekankan bahwa indikator keberhasilan Program Kampung Sosial tidak hanya diukur dari penurunan angka kemiskinan, tetapi juga dari tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal, lingkungan yang produktif, serta hadirnya destinasi edukasi berbasis masyarakat.


Menariknya, pengembangan program ini dirancang dengan mengedepankan semangat gotong royong tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemkot Cimahi mendorong keterlibatan skema Pentahelix melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, kepakaran akademisi perguruan tinggi, komunitas, serta dunia usaha.


Melalui FGD ini, masukan dan aspirasi lintas sektor yang terkumpul akan digunakan untuk menyempurnakan rancangan teknis Kampung Sosial sebelum diimplementasikan secara penuh di lapangan demi mewujudkan Cimahi MANTAP yang inklusif dan berkelanjutan. (Bidang IKPS) (VRM)