Pemkot Cimahi Gagas “Kampung Sosial”, Dorong Ketahanan Pangan dan Wisata Berbasis RW

Pemkot Cimahi Gagas “Kampung Sosial”, Dorong Ketahanan Pangan dan Wisata Berbasis RW

Adhitia Ajak BUMD hingga Perguruan Tinggi Jadi Mitra Pendamping

Dinas Sosial Kota Cimahi menggagas Focus Group Discussion FGD bertema “Pengembangan Sosial Berbasis Ketahanan Pangan dan Orientasi Destinasi Wisata”. Dari forum ini lahir gagasan Kampung Sosial sebagai model pembangunan masyarakat berbasis RW dan kelurahan.

Kegiatan yang digelar di Ballroom Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi pada Rabu (8/7) itu menjadi ruang kolaborasi untuk merumuskan strategi penanggulangan kemiskinan yang lebih realistis dan kontekstual

“Namun demikian, pemberdayaan masyarakat tersebut harus disesuaikan dengan kapabilitas daerah dalam menentukan strategi penanggulangan kemiskinan hingga lebih realistis,” ujar Adhitia.

Kolaborasi Jadi Kunci Atasi Kemiskinan dan Pengangguran

Menurut Adhitia, tantangan besar seperti kemiskinan, pengangguran, dan ketahanan pangan tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh unsur pembangunan.Untuk itu, Pemkot Cimahi mengajak BUMD, perguruan tinggi, organisasi keagamaan, serta lembaga sosial untuk menjadi mitra pendamping Kampung Sosial.

Konsep Kampung Sosial dirancang sebagai model pemberdayaan berbasis komunitas. Fokus utamanya ada pada dua pilarKetahanan Pangan: mendorong kemandirian pangan di tingkat RW melalui urban farming, lumbung pangan, dan UMKM olahan pangan.

Orientasi Destinasi Wisata: mengembangkan potensi sosial, budaya, dan ekonomi lokal di wilayah menjadi daya tarik wisata berbasis masyarakat.

Dengan pendekatan ini, diharapkan setiap kelurahan memiliki ciri khas dan potensi unggulan yang bisa dikembangkan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.