Walikota Cimahi Apresiasi Pembentukan Kampung Siaga Bencana di Citeureup

Walikota Cimahi Apresiasi Pembentukan Kampung Siaga Bencana di Citeureup

JABARNEWS.ID: Walikota Cimahi, Letkol (Purn.) Ngatiyana S.A.P mengapresiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial dan masyarakat Kota Cimahi atas kesiapan dalam bahu membahu mengatasi dan mengantisipasi bencana alam yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.


Hal ini disampaikannya saat menghadiri apel kesiapsiagaan dan simulasi uji sop penanggulangan bencana gempa bumi di Kampung Siaga Bencana yang terletak di kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi.



Ngatiyana menegaskan, penting sekali masyarakat Citeureup untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan bencana, apalagi di saat potensi dan ancaman bencana tengah meningkat dalam waktu sebulan terakhir.


“Secara pribadi dan atas nama pemkot Cimahi, saya menyambut baik pembentukan kampung siaga bencana pada hari ini. Tentu tujuannya agar masyarakat memiliki tingkat kesiapsiagaan yang tinggi dalam mengantisipasi bencana-bencana alam yang mengintai Cimahi setiap saat,” terang Ngatiyana saat memberikan sambutan di lokasi, Kamis (30/10/2025).


139 Bencana Landa Kota Cimahi


Menurut data BPBD, Kota Cimahi dilanda 139 Bencana per bulan Oktober 2025. Bencana alam tersebut mulai dari gempa bumi, banjir, hingga longsor yang melanda pemukiman warga.


Ngatiyana memastikan pemerintah kota Cimahi akan memprioritaskan keselamatan masyarakat, serta berkomitmen memberikan bantuan dan pembekalan mitigasi bencana secara berkala.



“Keselamatan masyarakat adalah prioritas dan jadi tanggungjawab bersama. Program Kampung Siaga Bencana ini adalah salah satu ikhtiar mencegah jatuhnya korban jiwa karena kelalaian penanganan saat bencana alam terjadi,” ujarnya.


“Kami akan selalu hadir dan siaga untuk kota Cimahi. Kami ucapkan terima kasih atas antusiasme bapak ibu sekalian atas terbentuknya kampung siaga bencana,” sambung Ngatiyana.


Pesan Walikota Cimahi


Ngatiyana berpesan agar warga Citeureup dan Kota Cimahi secara umum untuk memiliki kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana alam.


Dengan persiapan dan pengetahuan yang lebih baik, kesalahan penanganan pasca-bencana bisa diminimalisir agar dapat mengurangi kerusakan dan jumlah korban terdampak.



“Sebarkan ilmu dan keterampilan mitigasi bencana di sekitar kita, karena kita adalah garda terdepan dalam upaya mitigasi dan menjaga keselamatan kita bersama,” pesan Ngatiyana.


Ia juga berpesan agar program Kampung Siaga Bencana di Citeureup ini dapat dicontoh kelurahan lain, khususnya desa dan kelurahan yang berada di zona rawan bencana atau yang berada di sekitaran Sesar Lembang.


“Saya berharap agar masyarakat ini bisa mengambil keputusan, tindakan dan langkah-langkah yang tepat saat bencana terjadi, sehingga SOP ini benar-benar dilakukan dan disosialisasikan ke masyarakat,” tandas Ngatiyana. (*/adv)


 Post Views: 37