Pelatihan Kerja Dan Job Fair, Upaya Disnaker Kota Cimahi Turunkan Angka Pengangguran
Pelatihan Kerja Dan Job Fair, Upaya Disnaker Kota Cimahi Turunkan Angka Pengangguran
CIMAHI | BBCOM – Dalam upaya penanggulangan pengangguran di daerah, Dinas Tenaga Kerja setempat memiliki peran penting untuk menangani dan menanggulanginya melalui pelatihan kerja, penyebaran informasi peluang kerja, dan juga Job fair. Hal ini pula yang dilakukan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi.
Menurut Kepala Bidang P2TKT Tresna Nur Ramdhani, SE.,MM, Setiap tahun Disnaker Kota Cimahi selalu melaksanakan kegiatan pelatihan kerja disesuaikan dengan kondisi ketersediaan anggaran. “Jumlah kegiatan pelatihan pada tahun ini ada 10 pelatihan dan untuk kegiatan pelatihan tahun sebelumnya ada 13 pelatihan,” ujar Tresna ketika ditemui di kantornya, Senin (13/6/2026).
“Jumlah peserta/kuota pada setiap pelatihan di tahun ini berjumlah 30 orang, kecuali pelatihan MBI saja yang memiliki kuota 40 orang dengan waktu pelatihan selama 10 hari. Pada bulan Februari beberapa waktu lalu sudah dilaksanakan pelatihan digital marketing, dan pada pelatihan pelatihan berikutnya akan dilaksanakan pelatihan kerja lainnya. Peserta pelatihan dikhususkan warga Kota Cimahi dan berusia produktif. Peryaratan untuk mengikuti pelatihan pada Disnaker minimal 18 tahun (usia lulus SMA/SMK). Untuk bisa menjadi peserta pelatihan dilakukan seleksi administrasi. Disnaker kemudian yang memutuskan siapasiapa saja yang boleh ikut serta mengikuti pelatihah. Selain Pelatihan kerja, kita juga melakukan Up-skills untuk meningkatkan kompetensi, baik kepada mereka yang belum bekerja maupun kepada mereka yang sudah bekerja, “papar Tresna
Dijelaskan Tresna, dalam pelaksanaan pelatihan pihaknya bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). LPK ini yang nantinya bekerjasama dengan perusahaan untuk penempatannya. “sebetulnya tidak sedikit LPK yang mengajukan proposal kerjasama. Namun kita selektif terutama melihat kepemilikan sarana dan prasarana pelatihan dan juga KBLI nya sesuai atau tidak. Hal ini dilakukan agar program pelatihan kerja semakin baik dengan menggandeng LPK yang kompeten.”
Selain dengan LPK, kerjasama juga dilakukan dengan BKK tetapi BKK tidak menginformasikan loker ke Disnaker dan hanya melaporkan jumlah penempatan kepada Disnaker sebagai mitra karena BKK merupakan lembaga/satuan unit yang ada pada SMK yang menjadi wadah/perantara antara pemberi kerja (perusahaan/industri) dan pencari kerja (lulusan/alumni SMK). BKK Biasanya bekerja sama juga dengan perusahaan untuk penempatan.
Tresna juga menjelaskan adanya paket pelatihan yang difasilitasi oleh propinsi Jawa Barat seperti pelatihan yang berkaitan dengan kuliner dan Barista. “Bahkan kita juga mencoba melakukan kerjasama dengan Kementrian Tenaga kerja. Selain itu kita juga menawarkan kepada warga masyarakat Cimahi yang berminat bekerja di Jepang. Berkaitan dengan hal ini sudah ada dua perusahaan dari Jepang yang berkunjung ke Disnaker Kota Cimahi. Ini adalah perluang, dan kita juga pernah melaksanakan pelatihan bahasa Jepang. Hanya saja tahun ini tidak ada program pelatihan bahasa Jepang karena keterbatasan anggaran.”
Berkaitan dengan Job Fair, Tresna juga mengatakan Disnaker Kota Cimahi sudah beberapa kali melaksanakannya. “Meskipun pengunjung Job Fair tidak saja dari warga Kota Cimahi yang mencari pekerjaan, tetapi juga dari wilayah lain. Tapi yang namanya mencari kerja silahkan saja warga Kota Cimahi fight karena tidak sedikit diantara mereka yang sudah mendapatkan pelatihan kerja di Disnaker kota Cimahi untuk bekal melamar kerja.”
Dalam waktu Dekat, kami memperoleh informasi dari Dinas Penanaman Modal Kota Cimahi bahwa ke depan akan ada perusahaan taksi dari india yang beroperasi, dan pool basenya ada di kota Cimahi, dan memerlukan 2000 driver. “Ini jelas peluang kerja. Namun hingga kini tampaknya masih dalam proses perijinan. Mudah mudahan saja bisa terealisasi agar pegangguran di kota Cimahi semakin berkurang,” pungkas Tresna.