Penanganan Banjir Masih Menjadi Prioritas Utama FGD Kelurahan Melong Kota Cimahi Tahun 2025
Penanganan Banjir Masih Menjadi Prioritas Utama FGD Kelurahan Melong Kota Cimahi Tahun 2025
CIMAHI, Media3.id – Kelurahan Melong menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tahun 2025 yang mengusung tema “Penguatan Stabilitas Perekonomian dan Peningkatan Daya Saing Sumber Daya Manusia” dengan prioritas utama penanganan masalah banjir, di Aula kantor Kelurahan Melong, Jl. Melong Sakola No. 72, Cimahi Selatan, Rabu (15/1/2025).
FGD dihadiri oleh anggota DPRD Kota Cimahi Dapil Kelurahan Melong Cibeureum, yang terdiri dari Edi Kanedi (Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi Fraksi Demokrat), Agung Rohama Shidiq (Fraksi Golkar), Tatang Somantri (Fraksi NasDem), Ayi Kusmiati (Fraksi PKS).
Hadir pula dalam acara tersebut Binwil Kelurahan Melong Kepala Dinas Arsip Daerah Kota Cimahi Dani Bastiani dan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi atau yang mewakili, Camat Cimahi Selatan Cepi Rustiawan, Lurah Melong Dian Rohimat, Ketua LPM Kelurahan Melong, perwakilan-perwakilan dari 36 RW Kelurahan Melong, beserta seluruh tamu undangan lainnya.
Lurah Melong Dian Rohimat saat dikonfirmasi usai acara mengatakan bahwa pada pelaksanaan FGD hari ini, setelah hasil dari rembug warga di bulan Desember 2024 dari RW 1 sampai dengan RW 36.
“Dari 4 bidang yang dibahas, yang menjadi skala prioritas di bidang Sosial Budaya ada 9 usulan, Fisik 15 usulan, Ekonomi 9 usulan, dan bidang Pemerintahan 9 usulan, dimana dalam bidang Fisik yang menjadi skala prioritas masih mengenai penanganan banjir di RW RW yang masih terdampak, seperti di RW 2, RW 3 dan RW 28 itu suka ada genangan,” ungkap Dian.
Dan yang paling parah di RW 2 Melong karena berbatasan dengan Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung.
“Karena kalau hujan deras, dari selokan yang berbatasan dengan Margaasih, pasti tumpahnya ke RW 2 Melong, terakhir itu di Bulan Desember 2023 terjadi banjir yang sangat besar di daerah Melong,” jelas Dian.
Sedangkan mengenai masalah tumpukan sampah yang ada di Kelurahan Melong, menurut Dian, sampah itu merupakan kiriman yang berasal dari daerah lain yang terbawa hanyut oleh derasnya air saat terjadi banjir sehingga menumpuk di daerah Melong.
Selain itu, kata Dian kembali, tumpukan sampah tersebut akibat dari dampak pasca kebakaran TPA Sarimukti sehingga adanya pembatasan pembuangan sampah.
“Tetapi untuk penanganan sampah sekarang ini, kami terus berupaya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) selalu berkolaborasi, berkoordinasi dan konsultasi dengan berbentuk Bank Sampah Unit (BSU) yang ada di RW di Kelurahan Melong ini sudah berjalan, dan Alhamdulillah di BSU RW 31 kemarin kami memenangkan Juara Harapan I Tingkat Kota Cimahi yang diselenggarakan oleh DLH untuk meminimalisir pembuangan sampah dari warga ke warga,” terangnya.
Saat dipertanyakan kembali mengenai masalah banjir di Kelurahan Melong yang diajukan setiap tahun dalam Musrenbang yang belum terselesaikan, Dian menjelaskan,
“Masalah banjir ini bukan tidak terselesaikan, tetapi Pemerintah Kota Cimahi selalu berupaya terus melakukan pembersihan drainase, dari DPKP selalu intens ke Kelurahan Melong khususnya RW RW yang selalu menjadi langganan banjir seperti di RW 2, RW 3, dan RW 28 yang di Gempol, selalu diprioritaskan untuk normalisasi pendangkalan drainase atau sungai-sungai agar aliran sungai berjalan dengan lancar,” paparnya.
Selain itu, di tahun 2024 kemarin pihaknya juga melaksanakan program Padat Karya.
“Seluruh warga antusias bergotong royong membersihkan selokan, membersihkan saluran air, membersihkan sampah dan sebagainya untuk meminimalisir debit air yang tinggi,” ulas Dian.
Dian harapkan dengan adanya pelaksanaan FGD yang dihadiri oleh anggota DPRD Kota Cimahi Dapil Kelurahan Melong Cibeureum ini.
“Mudah-mudahan segala kebutuhan masyarakat yang menjadi skala prioritas bisa dikawal dan dapat direalisasikan di tahun 2026, itu harapan kami dari kelurahan,” pungkasnya.